JAKARTA|KABARNUSANTARA.ID – Guncangan Gempa tektonik 6,8 magnitudo di sejumlah wilayah di Maluku, Kamis (26/9/19), menimbulkan kerusakan materiil hingga korban jiwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, korban meninggal terbanyak diidentifikasi di Kabupaten Maluku Tengah 14 orang. Sedangkan, di Ambon enam orang meninggal. Hingga Jum’at (27/9/19), jumlah korban jiwa bertambah menjadi 24 orang.

“Berdasarkan data dari BPBD Maluku pada pukul 21.43 WIT tadi malam, selain ditemukan di Kabupaten Maluku Tengah, korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon,” kata Agus.

Selain di dua lokasi itu, korban meninggal juga berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat, sebanyak tiga orang.

Badan Penanggulangan Daerah Maluku mencatat, hampir 100 orang menderita luka-luka. Umumnya, korban luka lantaran tertimpa bangunan pasca terjadinya gempa.

“Ada korban luka-luka terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. kurang lebih 100 orang mengalami luka di Desa Liang, “ katanya

Korban luka saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut dia, sekitar 15.000 penduduk masih mengungsi karena rumah rusak serta mengantisipasi adanya gempa susulan yang membahayakan.

Sementara itu, akibat gempa juga menimbulkan kerusakan infrastruktur tidak hanya rumah warga tetapi juga fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran, dan fasilitas umum.

Kerusakan rumah di wilayah terdampak mencapai 171 unit, dengan rincian 59 rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan. Fasilitas pendidikan rusak sebanyak 5 unit antara lain beberapa bangunan di Universitas Pattimura dan Kampus IAIN.

Sumber : Tempo.co