Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsah.

KABARNUSANTARA.ID Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengatakan hampir 65 persen warga Garut mendapatkan bantuan sosial (Bansos) karena terdampak Covid-19.

“Kalau melihat bantuan yang telah dikucurkan baik oleh pemerintah pusat, maupun pemeritah provinsi dan kabupaten, mereka yang terkategorikan terdampak covid 19, itu bisa di kisaran 65 persen. Mereka menerima bantuan sosial dari 9 pintu bantuan, termasuk program BPNT, PKH dan dana desa,” ujar Ade saat ditemui  di Kantor Dinsos,  Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (16/12/2020).

Saat ini pihaknya sedang melakukan penyesuaian data, agar tidak terjadi data ganda dari penerima bantuan sosial ini. “Nah kita kan sedang melakukan pemadanan karena kita juga ingin menghindari data ganda penerima bantuan. Jadi bagaimana supaya bantuan ini tidak duplikasi, yang provinsi dia dapat, dari pusat dia dapat, dari kabupaten juga dia dapat. Perlu kita padankan supaya tidak hanya sekadar adanya pemerataan tetapi bantuan ini bisa benar-benar tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Ade menyampaikan, adanya program bantuan ini, sebagai wujud perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona.

“Banyak pemutusan hubungan kerja, bahkan mereka yang kehilangan pekerjaan. Banyak pekerja yang dirumahkan dengan bayaran yang tentu saja tidak seperti biasa yang mereka dapatkan dimasa sebelum pandemi,” tutur!ya.

Menurut Ade, melansir dari Badan Pusat Statistika (BPS) Garut, angka kemiskininan Kabupaten Garut tahun 2019 sebesar 8,98 persen.

“Mudah-mudahan pandeminya berakhir, supaya kita bisa kembali hidup normal, dan kemudiann kita juga bisa menekan angka kemiskinan dikisaran 6,5% (target di tahun 2024), pungkasnya. (Asep Sudrajat).