JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menilai, kritikan yang disampaikan Anggota DPR Adian Napitupulu terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir salah alamat.

Terlebih, kata Jerry saat ini Adian mengemban tugas sebagai Anggota Komisi I. Sehingga kritik yang disampaikan Adian tidak sesuai dengan tupoksinya. BUMN sendiri merupakan mitra dari Komisi VI DPR.

“Jadi memang kurang nyambung,” jelas Jerry, Senin (15/6).

Jerry menilai, beda urusan Adian di legislatif sedangkan Erick eksekutif. Karena itu, ia mengingatkan, kritik jangan sampai berdasar sakit hati lantaran keinginan tak terkabul.

“Bagian Tipikor juga adalah menggunakan power atau kekuasaan untuk menempatkan jabatan,” ujar Jerry, mengingatkan.

Dia pun mengingatkan agar Adian tidak menggunakan alat legislatif dan partai untuk memuaskan keinginan diri sendiri. Menurut Jerry, Erick Thohir salah satu menteri yang antititipan dan sudah terpilih melalui fit and proper test tersendiri.

Belum lagi, kerja Erick dalam memimpin BUMN kerap melihat cara kerja bawahannya. Misal, jubir Presiden Fajroel Rahman diganti sebagai Komut di perusahaan pelat merah, padahal orang dekat Jokowi.

Dia menyarankan, agar Adian fokus bekerja. Karena itu, kata Jerry, Megawati perlu mengarahkan anak buahnya agar memiliki etika.

Sebelumnya, Adian mengkritik sejumlah kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir. Tak lama usai mengkritik keras, Adian Napitupulu dipanggil Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Istana Negara Jakarta Jumat, 12 Juni 2020. Adian datang sekitar pukul 13.40 WIB.

“Dia cerita waktu di penjagaan (Istana) dirapid (test). Sesuai protokol Covid ya,” kata Staf Adian, Musyafaur Rahman.

Dia menerangkan, pembicaraan antara Adian dan Jokowi berlangsung tertutup sekitar 1 jam 10 menit. Mereka berbicara empat mata tanpa didampingi pihak lain.

“Presiden menurut abang (Adian) mencatat informasi yang masuk. Diskusi berlangsung hangat, Bang Adian tetap dengan gayanya yang ceplas ceplos,” ungkap Musyafaur.

Dia menyebut Adian dan Jokowi membahas soal situasi terkini di Kementerian BUMN. Adian menyoroti soal utang BUMN serta meminta pemerintah memberi perhatian ke UMKM bukan BUMN.

Sumber : Merdeka.com