GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Ini potret hidup bertetangga di suatu kampung di Indonesia. Di hari ketiga puasa Ramadhan, tepatnya Rabu (8/5/2019) tadi malam usai shalat tarawih, puluhan warga Kampung Nangsi, Desa Mekarbakti, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, menggeruduk rumah Wa, tetangganya. Mereka kesal dengan ulah laki-laki sekitar 40 tahunan tersebut yang tiba-tiba saja menutup jalan ke MCK atau jamban umum tanpa sebab. Gara-gara ulah Wa, puluhan warga di kampung itu jadi susah BAB.

Khawatir terjadi sesuatu yang tak diharapkan, kedatangan warga ke rumah Wa akhirnya didampingi pengurus setempat, seperti RT dan RW serta para tokoh masyarakat.

Baca juga:

Sentra Gakkumdu Garut Kembali Hentikan Tiga Kasus Dugaan Tindak Pidana Pemilu

Pertemuan antara warga dengan Wa pun berlangsung. Wa dalam kesempatan itu mengakui terus terang bahwa yang menutup jalan ke MCK Umum adalah ia sendiri. Wa beralasan, tanah yang digunakan jalan ke MCK adalah tanah miliknya.

Selain itu, penutupan jalan ke MCK ia lakukan karena kesal anjing peliharaannya tiba-tiba mati.

“Wa menduga anjingnya mati diracun dan ia pun menduga yang meracuninya adalah warga Nangsi,” kata Asep Balok, salah seorang warga Nangsi yang mengikuti pertemuan dengan Wa, Kamis (9/5/2019).

Baca juga:

Komunitas Berbagi Nasi Garut Berikan Sandal Wudhu kepada 63 Masjid

Dari pertemuan itu akhirnya disepakati, penutup jalan dibongkar lagi agar warga bisa kembali menggunakan MCK umum, sementara mengenai tanah yang digunakan jalan akan ada tindak lanjut untuk memperjelas status kepemilikannya. Yang unik, pembongkaran penutupan jalan dilakukan warga malah dengan diriingi tabuhan suara kendang pencak silat! Ada-ada saja.

Namun intinya, peristiwa yang terjadi di Nangsi mengajarkan bahwa hidup bertetangga butuh kesetiakawanan sosial dan tidak mementingkan diri sendiri. Jika ini dikembangkan, kerukunan dijamin terjaga.

Reporter : Apek
Editor : Mustika