Ambulans Terhalang Mobil Kijang Akibatkan Pasien Meninggal Dunia

0
16

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Pasien dalam mobil ambulans meninggal dunia beberapa saat setelah tiba di rumah sakit. Mobil ambulans tersebut melaju dari arah Leles menuju RSUD dr Slamet Garut.

Damis Sutendi (56) , sopir ambulans Puskesmas Leles, Kabupaten Garut, mengaku sangat terpukul atas kejadian ini.

Damis menuturkan keterlambatan ini diakibatkan mobil ambulans yang dia kemudikan terhalang oleh mobil Kijang yang tidak memberi jalan.

Dia mengaku sudah berusaha secepat mungkin untuk mengemudikan ambulans yang dibawanya dari Leles menuju rumah sakit, dengan harapan pasien segera mendapat penanganan. Apalagi mengetahui pasien yang dibawanya masih berusia 6 tahun dan berjenis kelamin perempuan.

Namun takdir berkata lain, anak tersebut meninggal dunia. Damis menyebut, kendala di jalan jadi salah satu penyebabnya.

“Saya kehilangan waktu 5 menit yang berharga untuk bisa sampai di rumah sakit. Biasanya dari Leles ke RSUD dr Slamet itu butuh 10 menit, tapi kemarin sampai 15 menit,” ujar Damis, Senin (17/08/20).

Dilansr dari Jurnalgarut.com dalam artikel “Sopir Ambulans Terpukul, Pasien yang Dibawa Meninggal Akibat Ulah Kijang Tak Beri Jalan”, meski bisa sampai ke rumah sakit, pasien tersebut sudah terlambat ditangani. Baru beberapa menit di ruang perawatan, anak tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Pasien yang dibawa tersebut dalam kondisi koma. Bagian kepalanya mengalami pendarahan karena terjatuh.

“Jadi dari Puskesmas langsung dirujuk ke rumah sakit. Butuh penanganan cepat karena luka di kepala belakang,” ucap Damis.

Sejak keluar dari Puskesmas Leles, ia tak menemui kendala. Sejumlah kendaraan di depannya menepi dengan sendirinya. Mobil yang dikendarainya juga dikawal oleh relawan agar perjalanan bisa lebih cepat.

Namun, sesampainya di kawasan Pasir Bajing menjelang masuk kawasan Tarogong, sebuah mobil Kijang di depannya tidak mau memberi jalan. Sehingga menghambat ambulans dalam perjalanan.

“Relawan yang mengawal menggunakan motor sudah minta mobil Kijang ke pinggir sebentar. Tapi sopir Kijang ini terus menggeber kendaraannya, jadinya terhambat,” imbuh Damis.

Perjalannya terhambat beberapa kilometer. Ia baru bisa menyalip mobil Kijang menjelang Bundaran Tarogong.

Kejadian tersebut sangat ia sesalkan. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan meminta pengendara untuk memberi jalan saat ambulans melintas.

“Tidak susah kan untuk kasih jalan ke ambulans. Kalau kami suarakan sirine artinya ada pasien gawat darurat yang harus segera dibawa,” pungkasnya.