GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut seperti Stadion Sepakbola dan Aquatik di Ciateul-Ciawitali dibatalkan.

Hal tersebut terjadi lantaran adanya efisiensi anggaran, karena dialihkan untuk dana belanja tidak terduga (BTT).

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Garut menjadi yang tertinggi pemangkasan anggarannya.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Luna Aviantrini, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/04/2020).

Luna menjelaskan, untuk anggaran Dinas PUPR saja, Pemkab Garut memangkas anggaran hingga Rp 195 miliar. Dana tersebut diantaranya digunakan untuk penanganan Covid-19.

“Kita seluruhnya di Dinas PUPR dengan DAK (Dana Alokasi Khusus, red) mencapai Rp 195 miliar. Anggaran keseluruhan Rp 736 miliar plus Banprov DAK semua, setelah efisiensi jadi Rp 540 miliar, 30 persen lebih ada efisiensi,” katanya.

Menurutnya, proyek yang paling banyak tertunda yakni peningkatan dan rehab jalan kabupaten, jembatan Kabupaten dan yang lainnya.

Sementara itu, dampak dari tertundanya dana alokasi umum (DAU). Sedangkan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana yang sudah ada tetap disediakan.

“Kita berharap ini (Proyek Aquatik dan SOR, red) bisa diusulkan lagi di perubahan kalau memungkinkan situasi keuangannya, kalau tidak ya (tahun, red) 2021,” tambahnya.

Luna mengatakan, pergeseran anggaran tersebut berdampak pada pengurangan nominal proyek, adapula yang harus dihilangkan.

“Semua anggaran itu karena ada refocusing penanganan Covid19. Termasuk lelang, penunjukan langsung ada efisiensi, bisa pengurangan atau ditiadakan. Sekarang situasi nya darurat kita harus legowo,” katanya.

Khusus untuk anggaran bantuan dari Pemprov Jabar untuk pembangunan aquatik, pihaknya akan coba mempertahankannya, sambil menunggu kepastian kapan berakhirnya wabah corona. (*)

Reporter : Jay
Editor : AMK