GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Setelah sekian lama menjadi sorotan publik, karena alotnya penetapan anggaran perubahan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Jawa Barat akhirnya menyetujui anggaran perubahan tahun 2020.

Dengan situasi terjepit oleh waktu, penetapan anggaran perubahan Kabupaten Garut diwarnai aksi walkout dari Fraksi Partai Demokrat Rabu (30/08/20).

“Alhamdulilah, untuk anggaran 2020 sudah selesai, baru setelah ini akan dilakuan pembahasan anggaran murni tahun 2021, posisinya saat ini anggaran 2021 KUA nya saja belum di tandatangani, ” ujar Enan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut Kamis (01/8/20).

Selain itu alotnya penetapan anggaran ini sempat menjadi sorotan publik karena adanya ajuan pembelian 4 unit mobil baru untuk oprasional lapangan bagi 4 Pimpinan DPRD Garut agar lancar kunjungan ke jalur perkampungan garut dengan medan yang sulit, akhirnya dibatalkan dan direncanakan ulang.

“Untuk pengajuan pembelajaan mobil itu perlu kami tegaskan bahwa itu bukan keluar dari kami, kami sebagai pimpinan tidak pernah mengajukan pembelanjaan mobil itu, diketahui bahwa kemarin dalam rapat paripurna jawaban bupati menyampaikan bahwa mobil itu dianggarkan sebagai penunjang tugas anggota DPRD dengan jalur yang tidak mungkin bisa di lalui oleh mobil yang ada saat ini, karena di situasi covid 19 ini kita akan turun ke lapngan secara langsung” ujar Enan.

Enan menegaskan bahwa pimpinan DPRD Garut masih merasa layak dengan kendaraan yang ada saat ini, terlebih masyarakat Kabupaten Garut banyak yang membutuhkan uluran tangan untuk membantu pemulihan ekonomi, dimasa pandemi.

“Kami tegaskan bahwa kami tidak pernah mengajukan anggaran untuk membeli,  Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan jawaban paripurna, salah satunya adalah pembelian mobil itu dengan alasan Porkopimda lain sudah mengunakan mobil tersebut   kecuali DPRD Garut,” pungkasnya.

Reporter : Evan SR

Editor : AMK