GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar Rapat Paripurna Pembahasan anggaran perubahan tahun 2020, dan pembahsan penetapan anggaran 2021, sejak Senin (21-24/08/2020) belum juga rampung.

Padahal penetapan anggaran perubahan tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas demi menjaga stabilitas perekonomian di Kabupaten Garut.

Ketua DPRD Garut Dra Hj Euis Ida Wartiah M.Si saat di hubungi kabarnusantara.id melalui sambungan telpon menyebut bahwa pembahasan anggaran perubahan tahun 2020 sedang di tempuh dan sesuai Permendagri No 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 dengan jangka waktu yang sudah di tetapkan.

“Ini sudah sesuai Permendagri No 33 tahun 2020 dan harus selesai sebelum tanggal 30 September 2020,” ujar Euis Ida.

Selain itu orang yang belum lama ini terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Garut itu menyebut jika perubahan anggaran yang diajukan Pemkab Garut hanya bergeser sedikit dan masih tahap pembahasan.

“Pembahasan anggaran ini perubahan nya sedikit, hanya pergeseran saja, dan masih tahap pembahasan,” tutup Euis.

Sementara saat dihubungi terpisan H. Dedi Suryadi Sutarsa Anggota DPRD Garut Fraksi Gerindra menyebut jika pembahasan anggaran perubahan 2020 dan anggaran 2021 baru sampai KUA PPAS, dan masih digodok dalam rapat pembahasan.

“Penandatanganan KUA PPAS sudah di angendakan, senin penyampaian nota Bupati, kemungkinan selesai minggu depan, untuk anggaran perubahan,” ujar Dedi melalui smabungan telpon baru-baru ini.

Selain itu Aris Munandar Anggota DPRD Garut Fraksi Partai Golkar menyebut jika pembahasan anggaran perubahan 2020 sedang dibahas di badan anggaran.

“Buat anggaran 2020 sedang di bahas di badan anggaran, sekarang saya lagi di Tasik ada acara partai mewakili ibu ketua,” jelasnya.

Tak hanya itu komentar alotnya pembahasan anggaran perubahan di Kabupaten Garut itu muncul dari anggota DPRD Garut muda Fraksi PAN Muchtarul Wildan, melalui pesan instan whatsapp ia menyebut jika pembahasan anggaran murni atau perubahan telah selesai di setiap komisi namun menunggu tindak lanjut di banggar.

“Aduh perkawis (Aduh Perihal) anggaran baik yang murni atau perubahan sudah beres di setiap komisi, cuman tindak lanjutnya kan di banggar, abdi kirang paos kumargi abdi teu lebeut banggar (saya kurang tau karena saya tidak masuk banggar),” jelas Wildan.

Terkait adanya anggota DPRD Garut yang walkout saat pembahasan anggaran Wildan enggan berkomentar dan menyebut kejadian tersebut dari fraksi lain. ” Kirang paos tah itumah fraksi lain (Kurang tau ya, itu dari fraksi lain),” pungkas Wildan.

Reporter : Evan SR

Editor : AMK