TASIKMALAYA, KABARNUSANTARA.ID – Sebanyak 200 orang santri terpapar covid 19 cluster Pesantren di Tasikmalaya dinyatakan sembuh pasca melakukan isolasi, hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangkat, dalam wawancara singkat via sambungan suara, Uus menyebut jika dari 2 pesantren itu ratusan santrinya langsung diisolasi dan dilakukan swab bagi kontak erat.

“Dari dua pesantren itu ada 200 orang, tapi alhamdulilah sudah terselesaikan dan kembali sehat, untuk isolasinya kita lakukan di lokasi yang sudah disiapkan pemerintah, dari cluster ini kebanyakan yang terpapar adalah OTG,” jelas Uus kepada kabarnusantara.id Senin (02/11/20) sore.

Rentan waktu isolasi santri ini memiliki durasi yang tidak sama, hal tersebut dijelaskan Uus tergantung dari imunitas tubuh para santri yang terpapar covid 19. Ada yang 14 hari sesuai masa inkubasi ada yang dibawah 14 hari.

“Yang terpapar mayoritas remaja, sebagai antisipasi kedepan karena di tasik banyak pesantren, kami giat mensosialisasikan 3 M, itu yang pertama harus di tepati pesantren, dan pertama yang harus dimiliki, selain itu jika ada santri yang terkena penyakin semacam influensa harus dipisahkan dari santri lain nya,” jelas Uus.

Selain itu Uus menyebut jika pesantren yang beroprasional harus memiliki ruangan khusus isolasi sebagai antisipasi ada yang terpapar, dan nantinya bila diperlukan akan dibantu dalam penanganan nya oleh petugas kesehatan dari pemerintah setempat.

“Saat ini alhamdulilah di Kota Tasik tidak ada yang positif, termasuk kemarin saat cuti bersama tidak ada yang positif dari hasil sample yang kita lakukan,” pungkas Uus.

Reporter : Evan SR
Editor : AMK