GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kini mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menyediakan persediaan air untuk lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.

Menurut Bupati Garut, Rudy Gunawan, pihaknya akan memfungsikan embung (cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran) untuk pasokan air ke sejumlah area pertanian yang kekeringan. Selain itu embung-embung tersbut pun akan diperbanyak.

Baca juga : DLH Tangsel Berikan Santunan kepada Tiga Ahli Waris Penyapu Jalan yang Meninggal

“Untuk mengantisipasi dampak kekeringan kami akan normalisasi saluran-saluran irigasi. Jadi air dari embung ini bisa dipakai petani,”Ujar Rudy saat memantau embung di Desa Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (18/7/19).

Dijelaskannya, sumber air di Desa Cibunar saat ini dipakai untuk mengairi lahan pertanian seluas 300 hektare. Keberadaan embung tersebut dinilai efektif digunakan saat musim kemarau.

Baca juga : Siswi SMP di Tarogong Kidul Dicabuli Ayah Tirinya Hingga Hamil

“Lahan pertanian di Tarogong Kidul dan Garut Kota bisa pakai air dari sini. Saat musim kemarau, tentu akan sangat membantu,”Jelas Rudy.

Menurutnya, sudah ada belasan embung yang dibangun. Termasuk di daerah pertanian yang rawan potensi kekeringan. Seperti di wilayah utara dan selatan Garut.

Baca juga : Desa Haurpanggung Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota BPD

“Embung ini didesain dengan sistem tampungan air hujan. Nantinya bisa dialirkan ke lahan warga,”Tambah Bupati dua periode tersebut.

Meski kapasitas embung tak terlalu besar, Rudy meyakininya  bisa mengairi pesawahan. Pihaknya pun menyediakan pompanisasi untuk lahan yang sudah kehabisan sumber air.

Baca juga : Beasiswa Rp 50 M Disiapkan Pemprov Jabar untuk Mahasiswa S1 Hingga S3, Ini Persyaratannya

“Laporan dari BMKG, kemarau akan terjadi sampai Oktober. Perkiraannya masih lama jadi harus ada antisipasi. Jangan sampai ada yang gagal panen,”Ucapnya.

Rudy mengaku akan memperbanyak embung yang tersebar di 15 kecamatan. Bagi petani yang mengalami puso atau gagal panen, Pemkab melalui Dinas Pertanian akan memberi bantuan.

“Nanti ada bibit yang bisa dibagikan ke petani kalau alami puso. Kami juga terus pantau kekeringan ini. Biar bisa cepat bertindak,”Pungkasnya.

Reporter : MD Sumarna
Editor : Mustika