Arief Poyuono: Copot Semua Direksi PLN

2
94

JAKARTA|KABARNUSANTARA.ID – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono mendukung tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PLN usai mati listrik berjam-jam. Arief mendukung kalau Jokowi merombak total direksi PT PLN.

Arief mengatakan bahwa pemadaman listrik secara masal yang terjadi sejak Minggu (4/8/19) siang itu menjadi bukti kencangnya praktik korupsi di tubuh PLN. Hal itu diungkapkan Arief lantaran kerusakan terjadi di dua transmisi listrik yakni di Ungaran-Pemalang.

“Copot semua Direksi PLN akibat pemadaman listrik hingga hari ini. Sangat jelas PLN selama ini penuh dengan praktik korupsi dalam setiap proyek pembangunan pembangkit listrik,” kata Arief melalui keterangan tertulis, Senin (5/8/2019).

Selain itu Arief juga menyoroti terkait dengan tidak adanya respon darurat atau emergency plan yang disiapkan oleh PLN ketika pembangkit listrik atau transmisinya rusak. Karena itu Arief malah mencurigai kalau ada praktik korupsi yang mengakibatkan turunnya kualitas transmisi listrik.

“Jangan-jangan ini akal-akalan para Direksi PLN selama ini yang beli alat-alat transmisi listrik nya KW 3 akibat banyak di korupsi,” katanya.

“Sangat memalukan sekali kinerja Direksi PLN, padahal Presiden Joko Widodo sedang gencar menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

Arief pun meminta seluruh jajaran direksi PLN harus bertanggung jawab akibat kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat pemadaman listrik. Dirinya bahkan mendukung Jokowi untuk melakukan perombakan di jajaran direksi PLN.

“Saya setuju presiden marah besar pada Direksi PLN dan saya dukung presiden ambil langkah rombak total direksi PLN,” tandasnya.

Sebelumnya, PLN melalui akun Twitternya, @_pln_id mengunggah permohonan maaf akibat gangguan listrik yang padam secara massal pada Minggu (4/8/2019).

“Dear Electrizen, Mohon maaf atas gangguan listrik di Jawa Bagian Barat yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan beberapa daerah di Jawa Tengah. Hingga pukul 21.30 WIB, listrik di beberapa wilayah,” tulis PLN.

Pada cuitan sebelumnya, PLN juga turut menyertakan #Blackout disertai dengan unggahan gambar permohonan maaf.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya #Blackout https://t.co/HvErn2lX0e,” cuitnya.

Untuk diketahui, ganguan listrik padam secara massal selama lebih dari 8 jam di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lain di Pulau Jawa.

Plt Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sripeni Inten Cahyani, memastikan peristiwa tersebut bukan karena adanya sabotase. Inten menegaskan bahwasanya tidak ada faktor politis di balik peristiwa gangguan listrik padam tersebut.

“Kami menilai tak ada sabotase atau politis dalam peristiwa ini. Kami menilai peristiwa ini murni karena persoalan teknis,” kata Inten.

Sumber : www.msn.com