Bagi Pekerja di Sektor Pariwisata, Pemkab Badung Gelar Rapid Test Gratis

0
103

BALI, KABARNUSANTARA.ID – Kabar Terbaru dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bali yang akan memberikan rapid test gratis bagi pekerja pariwisata di wilayah tersebut, namun, syaratnya untuk mendapatkan rapid test itu harus memiliki KTP Badung, Bali.

“Pak Bupati memberikan bantuan gratis rapid test kepada para pekerja yang ber KTP Badung,” ujar I Made Badra selaku Kepala Dinas Pariwisata Badung, Bali saat dihubungi, Rabu (1/7/20).

Ia menyebut tujuan rapid tes gratis itu dilakukan sebagai evaluasi kesehatan para pekerja pariwisata dan juga kesiapan industri menyambut wisatawan baik domestik maupun internasional bila nanti pariwisata di Pulau Dewata mulai dibuka.

“Di sini peranan pekerja memang harus mengikuti protokol itu, jadi kebersihan, kesehatanya dan juga kenyamanannya,” jelasnya.

Bahkan sasaran tes adalah para pekerja mulai dari travel agent, destinasi obyek pariwisata, restoran, hotel, spa hingga atraksi wisata air dan lain sebagainya, hal itu sebagai prosedur yang harus diikuti untuk mendapatkan rapid test gratis dengan mengajukan kepada pihak manajemen.

“Melalui pihak manajemen mengajukan permohonan untuk rapid test. Dan masing-masing itu, biar bisa dapat adil dan merata kita alokasikan 10 (rapid tes) dulu,” jelas Badra.

Selain itu ia menyebut, rapid test gratis itu akan dilakukan secara bertahap, setiap manajemen bisa mengajukan 10 pekerjanya untuk dirapid test, hal ini untuk mengantisipasi adanya kerumunan.

“Iya, secara bertahap kita penuhi dulu biar adil dan merata dan biar tidak numpelek juga untuk menghindari kerumunan. Karena, anggarannya tidak bisa serta merta begitu,” pungkasnya.

“Itu nanti by name by andres, ada NIK-nya ada nomer handphone. Nanti bisa di linkan dengan Satgas Covid-19. Yang sudah mendapatkan rapid test secara online dapat datanya terekam di sistem Covid-19 itu,” sambungnya.

Badra juga menuturkan bahwa untuk candangan alat rapid test saat ini sebanyak 53 ribu dan baru terpakai 21 ribu. “Dibagi-bagi bertahap biar adil dan sama dapat. Target kita nanti stok-nya 53 ribu sudah selesai. Kalau mungkin ada pertimbangan lain perlu kita tambah, kita anggarkan lagi,” ungkapnya.

Pihaknya mulai hari ini menurunkan tim melakukan kegiatan verifikasi ke obyek-obyek wisata, hotel dan restoran dan lainnya untuk menilai kesiapan para pelaku usaha di sektor.

Verifikasi untuk melihat sejauh mana pengelolaan pariwisata menyediakan protokol kesehatan Covid-19. Kemudian, jika nanti lolos verifikasi itu diberikan sertifikat yang ditandatangani oleh Bupati. Dan para pekerjanya akan disediakan tes gratis.

“Setelah mereka mendapatkan penilaian akan ada rekomendasi dari tim kepada saya selaku kepala dinas. Nanti saat evaluasi kalau memang mereka memenuhi standar kesehatan kita akan berikan sertifikat verifikasi yang akan ditandangani Bapak Bupati,” ujarnya.

Hal itu bertujuan agar para wisatawan yang menginap di hotel atau berkunjung ke obyek pariwisata bisa melihat bahwa tempat itu sudah mendapatkan sertifikat kesehatan yang sudah diverifikasi oleh Pemkab Badung.

Kabupaten Badung Bali mendapatkan kontribusi besar dari pariwisata. Imbas adanya Covid-19, sektor pariwisata kehilangan pendapatan sekitar Rp3,6 miliar.

“Jadi Badung bisnisnya adalah pariwisata. Hampir 80 persen PAD kita itu dari kontribusi (pariwisata). Kita hampir kehilangan Rp3,6 triliun tahun ini dari (situasi) Covid-19 ini,” ujar Badra dilansir dari merdeka.com

Reporter : Ilyas