Bahaya, Virus Corona Serang Korsel Hingga Italia

0
109

INTERNASIONAL, KABARNUSANTARA.ID – Enam orang meninggal dunia dan 600 orang telah terjangkit virus Corona di Korea Selatan. Untuk itu pemerinah setempat pun telah meningkatkan kesiagaan virus corona ke “level tertinggi”

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan beberapa hari ke depan merupakan periode yang amat penting dalam upaya mengendalikan virus corona di negara itu.

Sementara itu, dilansir dari BBC Italia dan Iran telah mengumumkan langkah-langkah untuk mencoba menahan penyebaran wabah virus corona.

Di Italia, pembatasan dan karantina ketat diberlakukan di dua wilayah yang menjadi pusat penyebaran, yang berada di dekat kota Milan dan Venice.

Sekitar 50.000 orang tidak dapat masuk atau meninggalkan beberapa kota di Veneto dan Lombardy, selama dua pekan mendatang tanpa izin khusus.

Bahkan di luar zona karantina, banyak bisnis dan sekolah telah menangguhkan aktivitas dan acara olahraga telah dibatalkan, termasuk beberapa pertandingan sepakbola papan atas.

Di tengah pembatasan yang berkembang, Karnaval Venesia yang gelarannya tinggal dua hari lagi, terpaksa dibatalkan.

Tercatat dua kematian akibat virus corona di Italia, sedangkan jumlah kasus yang terkonfirmasi meningkat menjadi lebih dari 100 kasus, 89 di antaranya di Lombardy.

“Penularan virus ini sangat kuat dan sangat ganas,” kata kepala kesehatan Lombardy, Guilio Gallera.

Sementara itu, wabah virus corona di Iran telah memburuk secara signifikan, dengan jumlah kematian meningkat menjadi delapan orang pada hari Minggu (23/02).

Pemerintah mengonfirmasi 43 kasus virus corona, meskipun para pejabat memperingatkan bahwa virus itu mungkin telah menyebar ke “semua kota”.

Sekolah, universitas dan pusat kebudayaan di 14 provinsi di Iran telah ditutup sejak Minggu. Sebagian besar negara tetangga Iran mengumumkan penutupan sementara perbatasan dengan Iran, setelah negara itu mencatat delapan kematian akibat virus corona.

Turki, Pakistan, Afghanistan dan Armenia, mengumumkan menutup perbatasan dengan Iran sebagai upaya mencegah penyebaran virus. Sebagian dari mereka juga membatasi lalu lintas udara.

Irak menutup perbatasan dengan Iran, pekan lalu. Jenis baru virus corona, yang pertama kali menyebar di Provinsi Hubei di China, akhir tahun lalu, menyebabkan penyakit pernapasan yang disebut Covid-19.

Terdapat 76.000 kasus virus corona di China, 2.442 orang meninggal akibat virus mematikan itu.

Pada Minggu (23/02/2020), Presiden China Xi Jinping menggambarkan wabah itu sebagai “darurat kesehatan masyarakat terbesar” dalam sejarah negara itu.

Dia mengakui “kekurangan” China dalam menanggapi wabah tersebut dan mengatakan negaranya harus belajar dari kesalahan ini. (*)

Penulis : Ade Indra