Bali Tak Tergoda Buru-Buru Buka Pariwisatanya

0
103

BALI, KABARNUSNATARA.ID – Wayan Koster Gubernur Bali tidak akan tergoda untuk segera membuka objek wisata di Pulau Dewata di tengah percakapan pandemi Covid-19.

“Ya kita jangan terburu-buru atau terpancing dengan sodokan-sodokan agar kita cepat-cepat berangkat,” ujar Koster, saat memberikan sambutan di Rapat Paripurna, di Gedung DPRD, Provinsi Bali, Senin (15/6/20).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo agar tidak sibuk di Bali. “Dia mengingatkan kepada saya. Bapak Gubernur jangan buru-buru pulang harus betul-betul sangat hati-hati dan lebih dulu memasang bagaimana perkembangan Covid-19 di Bali ini,” jelas Koster.

Hanya untuk mementingkan kepentingan ekonomi dan bisnis. “Saya tidak dalam posisi yang berpartisipasi. Saya ingin hati-hati, karena Bapak Presiden telah memberikan arahan agar kita berhati-hati dan negara-negara lain juga belum memperbolehkan (negara) negaranya keluar dari negaranya (atau ) masuk ke negaranya, “imbuh Koster.

Dia lantas mencontohkan Negara Singapura yang sampai bulan Desember belum menerima warga negara masuk ke negaranya. Warga Singapura juga dikeluarkan dari negaranya.

Gubernur meminta semua pihak bersabar dan tidak meminta agar lokasi wisata segera dibuka kembali. Dia mengatasi masalah para pekerja bisnis dan tenaga kerja di Bali yang kini sangat sulit menghadapi tantangan Covid-19. Apalagi Bali tergantung pada pariwisata.

“Oleh karena itu untuk Bali, ada yang meminta dari pihak untuk memperbolehkan tempat-tempat ini. Mohon kita semua bersabar dulu, berikan waktu yang cukup agar kita bisa mengakses-19 ini dengan baik,” ungkap Koster.

Gubernur Koster tidak ingin muncul gelombang kedua penyebaran Covid-19. Penyebab, Kesalahan dalam Keputusan.

“Saya pertimbangkan betul bagaimana juga. Karena kita bergantung pada cuaca. Jadi, sekarang ini adalah tantangan yang sulit. Baik itu usaha yang ada maupun yang bekerja. Tapi, ini semua yang tidak bisa membuat kita tergoda untuk melakukan kerjaan. dengan data yang memadai, “tutupnya.

Sumber : Merdeka.com