.Kepala Bank bjb Cabang Garut, Maman Rukmana.

Di masa Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan, dengan tingkat kasus positif yang cukup tinggi di Kabupaten Garut, membuat manajemen Bak bjb Garut menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang cukup ketat.

Setiap pengunjung yang datang tak luput dari pemeriksaan petugas di pintu masuk kantor bjb. Pengunjung diperiksa suhu tubuhnya, dan wajib menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan, serta wajib memakai masker.

” Di kami sesuai arahan dari kantor pusat, sangat ketat untuk penerapan protokol kesehatan. Makanya setiap kegiatan apapun di sini, pengunjung dari mulai lantai bawah sudah harus menerapkan protokol kesehatan dengan tiga M. Apalagi ini lembaga publik, pelayanan harus tetap jalan,” Kata Kepala Bank bjb Cabang Garut, Maman Rukmana, Selasa (24/11/2020).

Selain harus melaksanakan 3 M bagi pengunjung, maupun pegawainya guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini, ruangan tempat pengunjung hanya diperbolehkan diisi 40 persennya saja, agar social distancing, atau jaga jarak bisa efektif.

” Untuk ruangan di dalam itu ada pembatasan, maksimal 40 persen. Sehingga antrian itu di luar kami sediakan tenda, tempat dudukpun memakai jarak. Memang kurang nyaman, tapi kesehatan harus diutamakan,” ujar maman.

Ditambahkannya, bjb juga sudah meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mengurangi kontak pisik saat transaksi keuangan.

” Sebagai pengembangan dari digital payment, melaui QRIS ini bisa menjadi bagian dari protokol kesehatan untuk pencegahan (penyebaran virus) karena kan contact less, kalau menurut saya,” Pungkasnya. (Asep Sudrajat).