KABARNUSANTARA.ID – Barcelona saat ini terancam bangkrut jika tidak memotong gaji para pemainnya. Maka, rumor bahwa Blaugrana ingin mendatangkan Neymar juga sepertinya tidak dapat terwujud.

Barcelona sedang mengalami kondisi keuangan yang genting, sebabnya dikarenakan pandemi Covid-19 ini. Pemasukan dari sponsor pun berkurang, yang celakanya neraca klub juga ikut terancam.

Salah satu cara untuk menyelamatkan keuangan Barcelona adalah dengan memotong gaji para pemainnya lagi. Mau tak mau, kini Barcelona harus bisa mengurangi pengeluaran gaji pemain yang mencapai 190 juta euro (sekitar Rp 3,2 triliun) selambatnya pada tanggal 5 November, atau berisiko dinyatakan bangkrut di bulan Januari tahun depan.

Dilansir dari detik.com, sedang sulitnya keuangan Barcelona maka akan berpengaruh pada aktivitas belanja mereka. Di bursa transfer musim panas kemarin saja, Barcelona tak banyak belanja pemain.

Padahal, isu bahwa Barcelona memulangkan pemainnya, Neymar dari PSG begitu mengalir deras. Tak ayal, Neymar bisa disiapkan jadi Lionel Messi selanjutnya (Messi kontraknya akan habis pada musim panas 2021 mendatang).

Neymar sudah mencatatkan cerita manis selama berseragam Barcelona di tahun 2013 sampai 2017. Dua kali juara Laliga, tiga kali Copa Del Rey, dan sekali Liga Champions dipersembahkannya.

Neymar membukukan 186 penampilan di seluruh kompetisi bersama Barcelona. Dengan torehan 105 gol dan 76 assist.

Neymar kemudian diboyong PSG di tahun 2017 dengan harga selangit. Pemain asal Brasil itu ditebus seharga 222 juta euro atau setara dengan Rp 3,7 triliun.

Kontrak Neymar akan habis pada tahun 2022 mendatang. Tapi sejauh ini, Neymar belum memperlihatkan tanda-tanda perpanjangan kontrak.

PSG pun berencana memberikan perpanjangan kontrak lima tahun lagi. Tapi ya itu tadi, Neymar belum tertarik.

Akan tetapi di tengah situasi pandemi ini dan mungkin beberapa tahun mendatang, keuangan Barcelona tampaknya masih belum bisa cepat stabil.

Sempat beredar rumor pula, bahwa PSG siap menjual Neymar kembali ke Barcelona dengan harga yang lebih murah yakni sebesar 175 juta euro atau setara dengan Rp 2,9 triliun, namun sepertinya akan sulit untuk Barcelona.