GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) kabupaten Garut bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dalam rangka membantu program pemerintah di bidang kesehatan, di Lapangan apel Setda, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (03/02/2020).

Bantuan yang diberikan berupa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan program Open Defecation Free yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman berterima kasih kepada Baznas Kabupaten Garut atas bantuan yang disalurkan, karena hal ini merupakan tugas besar bersama dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di bidang kesehatan.

“Tentunya karena yang buang air besar sembarangan itu adalah masyarakat kita yang tidak mampu, tidak punya sarana WC untuk buang air besar yang layak dan sehat, harus masuk kepada asnaf dan di bantu oleh Baznas, misalnya tidak ada sarana septic tank ini dibantu pembuatannya oleh Baznas,” kata Helmi.

Dikatakan Helmi, Baznas Kabupaten Garut hadir untuk membantu masyarakat kita yang kurang mampu atau miskin yang saat ini banyak yang belum tersentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Nah ini ada bantuan dari Baznas bisa langsung menyentuh ke perorangan dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas wabup.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd Aas Kosasih mengatakan, bantuan ODF itu bagian daripada program Garut sehat di antaranya kita memberikan bantuan kepada pemerintah khususnya dinas kesehatan, bantuan yang bersifat preventif.

”ketika sanitasi atau kesehatan lingkungan ini terganggu akan menjadi suatu istilahnya induk daripada segala penyakit, oleh karena itu salah satu bagian daripada preventif itu adalah pembuatan septic tank untuk mengumpulkan kotoran (BAB), ” Ucap Rd Aas.

Lanjutnya, dengan dibantu pembuatan septic tank ini akan menjadikan kegiatan kesehatan yang bersifatnya pencegahan.

”Sebetulnya sangat vital sekali, ketika kita membuat dan memberikan bantuan pembuatan septic tank, kenyataan di masyarakat di pedesaan, gunung, di perkotaan juga kalau WC sudah bagus bagus. tetapi untuk pembuangan kotoran ini kadang kadang bingung,” tuturnya

Rd Aas mengakui, saat ini bantuan pada tahap pertama 10 penerima manfaat untuk 10 puskesmas. Anggaran satu penerima manfaat itu Rp. 7, 5 juta jadi Rp. 75 Juta.

” Mungkin depan bulan selanjutnya akan terus berkelanjutan, selama dibutuhkan insyaallah, makanya saya itu program istilahnya septic tank ini khususnya ODF ini terus menerus tidak akan satu kali. Halnya termasuk program z mart itu akan terus menerus. saya kira ini, bisa menjadikan memecah masalah atau problem solving, masalah masyarakat untuk istirahat pengentasan Kemiskinan, ” pungkasnya. (*)

Reporter : MD Sumarna

Editor : Slamet Timur