JAKARTA | KABARNUSANTARA.ID  Sakit perut merupakan salah satu bentuk keluhan yang paling sering dirasakan oleh sebagian besar orang. Kondisi ini kerap dianggap sepele. Padahal sakit perut dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan di dalam perut kamu.
Keluhan sakit perut dapat disebabkan karena gangguan organ yang berada di dalam perut, ataupun dari organ di luar perut. Kedua kondisi ini sama-sama menimbulkan gejala yang dirasakan di area perut.

Di dalam rongga perut terdapat banyak organ tubuh yang memiliki fungsi sangat penting. Apabila terjadi sakit perut, ini menandakan salah satu organ penting di dalam perut sedang mengalami masalah yang cukup serius.

Berikut ada delapan penyakit yang ditandai dengan sakit perut yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (21/11/2019). Dilansir Liputan6.com

Usus Buntu

Usus buntu merupakan peradangan pada bagian usus yang disebut dengan apendiks. Penderita usus buntu biasanya akan mengalami gejala seperti sakit perut merata, yang lama-kalamaan terfokus di bagian kanan bawah perut. Gejala usus buntu juga disertai dengan rasa mual, muntah, dan demam.

Batu Empedu

Batu empedu juga merupakan kondisi penyakit yang memiliki gejala sakit perut. Penderita batu empedu akan menyebabkan keluhan sakit perut hilang timbul dan tidak memiliki pola yang khas.

Jika kondisi batu dalam jumlah yang cukup banyak di dalam empedu, maka keluhan sakit perutnya bisa terjadi dalam durasai yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya batu yang memenuhi ruang di dalam kantung empedu.
Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan infeksi yang terjadi pada sistem pencernaan, yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Gejala awal gastroenteritis mulai dari sakit perut, serta gejala lainnya seperti mual, muntah, diare, demam, perut kembung dna kehilangan nafsu makan.

Penyakit ini biasanya terdapat riwayat mengonsumsi makanan yang kurang bersih, sehingga mengakibatkan kuman masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

Gastritis

Gastritis merupakan peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Keadaan ini terjadi akibat iritasi secara terus-menerus pada lambung.

Kondisi yang mengawali terjadinya gastritis adalah sakit maag secara berulang yang tidak diobati dengan benar.
Batu Saluran Kemih

Batu saluran kemih merupakan masaa keras yang terbentuk dari pengendapan kristal yang ada pada urine. Batu saluran kemih dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur.

Pada kebanyakan kasus, batu saluran kemih keluar bersama dengan urine tanpa menimbulkan keluhan. Apabila batu ginjal berukuran besar, biasanya dapat menimbulkan keluhan karena tersumbatnya saluran kemih.

Hamil di Luar Kandungan

Kehamilan dapat terjadi tidak di dalam rahim, namun dapat terjadi di organ luar rahim. Kondisi ini bisa terjadi misalnya di tuba atau bahkan bisa juga terjadi di rongga perut.

Hamil yang terjadi di luar kandungan ini awalnya memang tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kehamilan yang semakin membesar dan tidak mendapatkan tempat, akan membuat organ yang menjadi tempat implantasi tersebut dapat pecah dan menimbulkan perdarahan hebat di perut.

Kondisi ini akan menimbulkan sakit perut yang sangat hebat secara tiba-tiba. Apabila kamu mengalami kondisi ini, kamu membutuhkan penanganan segera oleh pihak medis.
Kolesistitis

Kolesistitis merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi pada kantung empedu. Kondisi ini disebabkan oleh terlalu tingginya konsumsi makanan yang berlemak atau terdapat batu pada kantung empedu.

Biasanya penyakit ini ditandai dengan sakit perut yang terjadi secara mendadak seperti tertusuk dan kerap disertai dengan muntah-muntah maupun demam.

Abdominal Aortic Aneurysm

Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) merupakan kondisi abnormal, dimana ukuran pembuluh darah besar perut membesar. Kondisi ini membuat dinding menjadi semakin tipis, sehingga berisiko terjadinya robekan atau kerusakan atau pecah semakin tinggi.

Pada kasus AAA, sakit perut yang terjadi biasanya disertai dengan rasa penuh di perut. Penyakit ini merupakan kondisi serius yang memerlukan tindak lanjut sesegera mungkin.

Reporter : Bunga CAP