KABARNUSANTARA.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terus berkampanye mendorong pemberantasan stunting. Meski bukan jadi tugas utamanya, dia menilai perkara gizi kronis tersebut penting untuk disuarakan seluruh jajaran pemerintahan.

“Stunting kalau dilihat dari satu sisi saja memang seolah-olah menjadi tanggung jawab Menteri Kesehatan. Padahal, stunting tidak bisa dikaitkan hanya satu kementerian, semua kementerian termasuk KKP,” serunya dalam sesi teleconference, Kamis (19/11),yang dilansir dari merdeka.com

Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan diri konsumsi ikan yang penuh protein sedari dini. Guna membiasakan itu sebagai tradisi, dia mengusulkan agar monosodium glutamate (MSG) atau penyedap rasa diganti dengan bahan yang berasal dari ikan.

“Tidak hanya ikan yang raw material, kenapa enggak bisa kita mulai dengan mengganti produk-produk yang menggunakan MSG, chiki dan sebagainya dengan produk-produk berbahan dasar ikan,” imbuhnya.

Selain sebagai bahan pangan, produk ikan pun dapat jadi pelengkap kebutuhan hidup lainnya. Sektor ini dinilai bisa digunakan untuk keperluan-keperluan non-konsumtif. Oleh karenanya, dia fokus pada program budidaya ikan.

Dia mengaku telah berjalan mengelilingi Indonesia untuk mengetahui secara langsung pemanfaatan potensi yang dimiliki untuk budidaya laut, tawar dan payau. Sehingga itu dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat.

“Saat ini KKP sedang gencar mengembangkan klaster budidaya udang yang memiliki peluang dan potensi sangat besar untuk dikembangkan dan didorong untuk menjadi industri,” tandasnya.