GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Bahan bakar LPG (Liquid Petroleum Gas) yang biasa dikenal dengan elpiji, saat ini sudah menjadi bahan bakar utama yang digunakan sehari-hari di masyarakat, baik untuk keperluan memasak di rumah hingga usaha.

Baca Juga: Pimpinan KPK Terpilih Akan Disahkan DPR Senin Depan

Pertamina, sebagai produsen gas elpiji, terus melakukan upaya penggunaan elpiji yang tepat dan aman. Ajang Gebyar Masyarakat Garut Selatan (GMGS), yang dihadiri 20 ribu lebih warga Garut selatan pun, dijadikan ajang Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III bekerjasama dengan Hiswanamigas, mensosialisasikan penggunaan gas elpiji yang tepat dan aman.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami lewat rilis resmi menyampaikan, ada beberapa tips agar bisa aman menggunakan elpiji. Tips yang pertama adalah memastikan kondisi ruangan dapur memiliki ventilasi yang cukup.

“Tabungnya juga harus ditempatkan dengan sirkulasi udara dan ventilasi yang baik,” jelas Dewi.

Setelah dapur memiliki ventilasi yang cukup, menurut Dewi tips aman lainnya adalah menggunakan regulator yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). “Gunakan regulator SNI,” katanya.

Setelah ruangan dan regulator memenuhi standar keamanan, maka poin lain yang harus diperhatikan adalah klem yang terpasang pada kedua ujung selang harus dipastikan terpasang erat.

Baca Juga: Gara-Gara Urusan Hutang, Nenek Iyah Dibacok dan Dibakar Hingga Tewas

“Pastikan selang regulator tidak tertekuk atau tertindih,” jelasnya.
Tips lain yang harus diperhatikan oleh masyarakat agar aman menggunakan elpiji menurut Dewi adalah, memperhatikan segel (security seal cap) dan tersedia karet hitam (rubber seal) di tabung gas yang kondisinya dalam keadaan baik.

“Sebelum menyalakan kompor, cek dulu apakah ada bau khas gas elpiji, jika aman bisa langsung nyalakan kompor,” katanya.

Dewi menceritakan, masyarakat juga harus rutin melakukan pengecekan regulator dan selang, terutama yang sering terkena tumpahan makanan. Jika didapati ada kebocoran gas, menurut Dewi yang harus dilakukan masyarakat adalah mematikan kompor dan sumber api lainnya serta aliran listrik di dalam rumah.

“Segera lepas regulator, bawa tabung keluar atau ruang terbuka dan jauhkan dari sumber api,” kata Dewi.

Selain bisa menggunakan gas elpiji secara aman, Dewi pun meminta masyarakat untuk sadar akan peruntukan penggunaan gas elpiji yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pertamina, merasa perlu mengingatkan kembali peruntukan elpiji bersubsidi 3 kilogram untuk masyarakat miskin dan usaha mikro. Hal ini, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2009.

Baca Juga: Feri Amsari: Bahasan Revisi UU KPK di DPR Cacat Formil!

“Kita berharap konsumen rumah tangga maupun pengusaha kuliner dan perhotelan yang sudah berkembang, dapat terinspirasi beralih menggunakan elpiji non subsidi seperti bright gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram serta elpiji 50 kilogram,” tegasnya. (*)

Reporter : AMK
Editor : Slamet Timur