GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Pelaksanaan Turnamen Tenis Meja STIE Yasa Anggana Garut CUP 2019 Tingkat Kabupaten Garut, Jawa Barat berlangsung semarak. Turnamen tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan fase penyisihan dan final, walaupun kali pertama kegiatan tersebut diikuti 254 orang peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Garut, Jum’at (09/08/19).

“Kami dengan ketua STIE Yasa Anggana sudah bertemu dan bercerita banyak tentang olahraga tenis meja karena garut jadi icon tenis meja di indonesia, dengan adanya atlet Andre (si anak ajaib) yang berprestasi di dunia, selain itu ada juga generasi legendari yang ternama seperti Abdul Rojak, Yon Mardiono keduanya sangat dikenal diluar garut,” ujar Nurseno SP. Utomo Ketua PTMSI Garut.

Selain itu orang yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana KONI Bidang Dana menambahkan turnamen tenis meja dilingkungan kampus di garut ini tergolong baru, tetapi Nurseno meyakini selain olahraga pertemuan tersebut menjadi sarana komunikasi baik antara akademisi dengan masyarakat.

“Selain olahraga disini juga menjadi sarana komunikasi antara akademisi dengan masyaakat, dari kegiatan ini saya hanya berpesan dan menyarankan untuk panitia agar lebih dalam, mempelajari sistem komisi pertandingan, karena tenis meja ini kegiatan yang ekslusif,” jelas Nurseno.

Bahkan lebih jauh pemimpin PTMSI dua periode itu menyarankan Kampus STIE Yasa Anggana untuk membuka UKM Tenis Meja bagi mahasiswa.

“Agar mahasiswa terlatih skill dan pengelolaan kegiatannya pihak kampus harus membuat UKM yang mewadahi minat bakat mahasiswa dalam tenis meja, ” harapnya.

Disamping itu papar Nurseno pembentukan atlet tenis meja di Kabupaten Garut ini, dilakukan secara berjenjang mulai dari usia muda hingga orang dewasa, meliputi berbagai materi mulai dari olah teknik, olah rasa, olah cara. Maka tak sembarang orang bisa memainkan si bola kecil yang lincah menjadi sebuah tontonan yang menghibur dan menarik menjadi satu kesatuan yang harus menyatu dengan jiwa.

Reporter : Evan SR

3 KOMENTAR