GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Bikin trenyuh. Umur 7 tahun merupakan masa-masa bermain dan bergaul dengan teman sebaya. Namun tidak bagi Erwin Utama. Bocah asal Kampung Sidera Legok, Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut malah memilih mengais rezeki dengan menjadi penjual baso pikul. Tak ayal, Erwin pun menjadi perhatian warga.

Setiap pagi, sambil berangkat sekolah, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Muttaqien Desa Cintanagara ini membawa pikulan basonya. Di sekolah, saat jam pelajaran berlangsung, pikulan itu ia simpan di luar dan Erwin sendiri fokus belajar bersama teman-temannya. Erwin akan membuka kembali pikulannya saat istirah tiba.

Kopi Kampung Pelag Garut, Jenis Kopi Tertua di Nusantara, Ini Alasannya

“Saat istirahat pasti banyak teman-teman yang beli,” ujar Erwin.

Erwin tak ingat lagi sudah berapa lama berjualan bakso.

“Pokoknya sudah lama,” katanya saat ditemui Kabar Nusantara, Sabtu (4/5/2019) siang.

Erwin sedang melayani pembeli (foto: Atu RF)

Ia menceritakan, hasil dari jualannya digunakannya untuk jajan dan sebagian lagi ditabung.

“Sudah berapa punya tabungan Win?” tanya salah seorang wartawan. Erwin hanya tersenyum malu-malu.

“Pokoknya ada,” jawabnya.

Selama ini Erwin tinggal dengan bibinya yang tak jauh dari MI tempatnya bersekolah. Orangtuanya, Yuyu dan Imas, bekerja di kota dan pulang seminggu atau sebulan sekali.

“Saya tinggal sama bibi. Orangtua bekerja di kota,” katanya.

Salah seorang wartawan sempat mengangkat pikulan bakso Erwin. Ia memperkirakan beratnya sekitar 7 atau 8 kg.

“Lumayan berat jika kelamaan memikul,” kata wartawan itu.

Menurut Erwin, bakso itu bikinan tetangga bibinya dan ia hanya menjualnya.

“Kadang habis kadang tidak. Barang yang tak terjual saya kembalikan lagi kepada yang punya barang,” kata Erwin.

Ditambahkannya, pulang dari sekolah, masih mengenakan seragam, ia pun masih keliling kampung agar baksonya habis.

Baca juga:

Asyik Berduaan di Penginapan, 27 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Petugas

Erwin mengaku senang berjualan bakso. “Sebab dengan jualan bakso saya bisa punya uang untuk jajan,” katanya.

Aksi Erwin tentu saja menjadi perbincangan warga. Ada yang menyatakan kagum, ada yang merasa kasihan, ada pula yang berniat memborong bakso Erwin.

“Kalau dekat, saya borong bakso bocah itu agar tak usah berkeliling kampung. Kasihan masih kecil,” kata Jajang Sudarso, pengusaha kayu warga Kampung Panyosogan, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu.

Reporter: Atu/RM/tim Kabar Nusantara
Editor: Mustika

1 KOMENTAR