GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Tak mau kasus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang berbau SARA muncul lagi pada Ujian Nasional (UN), Bupati Garut Rudy Gunawan memerintahkan Wakil Bupati Helmi Budiman untuk melakukan cek and recek soal UN.

“Alhamdulillah semua berjalan normal, untuk soal yang dibuat oleh kabupaten kami berhati-hati. Saya sudah menugaskan Pak Wakil Bupati untuk mengeceknya. Meskipun sudah ada jaminan terhadap mutu, tetap kita juga baca untuk soal ujian Bahasa Indonesia,” ungkap Bupati ditemui wartawan saat memantau pelaksanaan di SMPN 1 Garut, Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Senin (22/4/2019).

Baca juga :

Nikahi Sarjana Ekonomi Cantik, Aceng Fikri Berbulan Madu ke Belanda

Seperti diketahui, saat USBN tingkat SMP pada 17 Apri lalu, muncul soal berbau SARA pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang menyudutkan salah satu Ormas. Akibatnya Disdik diminta untuk mencopot beberapa pejabat yang bertanggung jawab dalam pembuatan soal tersebut.

” Sudahlah masa lalu, 17 April 2019 tidak akan terulang lagi,” tegasnya.

Dalam pemantauannya di beberapa sekolah, Bupati mengatakan, proses Ujian Nasional di hari pertama berjalan lancar.

Baca juga :

Tiga Polisi Dikeroyok Sekelompok Orang Tak Dikenal

“Semua lancar, tidak ada yang nyeleneh dan kebocoran soal tidak ada,” tuturnya.

Hal sama dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Totong yang mendampingi Bupati dalam pemantauan UN. Menurutnya, baik di sekolah yang melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK) maupun UN Berbasis Kertas Pensil (UNKP), ujian berjalan lancar.

” Alhamdulillah ujian di hari pertama ini semua berjalan lancar, tertib, dan anak-anak juga kelihatannya semangat,” ujarnya.

Selain ke sekolah tingkat SMP, Totong dan Bupati, serta wakil bupati, mendatangi sekolah-sekolah SD yang juga melaksanakan ujian hari pertama.

Reporter : Jay
Editor: Mustika