GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Bupati Garut, Jawa Barat, Rudy Gunawan, menaksir potensi kerugian material akibat banjir bandang di Garut Selatan (Garsel), pada Minggu 11 Oktober lalu, yang merusak perumahan penduduk, dan fasilitas pemerintah seperti jembatan dan yang lainnya lebih dari Rp. 1 milyar.

” Taksiran kerugian ini lebih dari Rp. 10 milyar, itu dengan kerusakan fasilitas pemerintah seperti jembatan,” ujar Rudy saat ditemui di Pendopo, Rabu (14/10/20).

Rudy mengaku jika Pemkab Garut sudah melaksanakan rekonstruksi pasca bencana, diantaranya membuka dapur umum, membersihkan fasilitas sekolah yang dilakukan dengan padat karya.

” Rekonstruksi itu dilakukan dengan padat karya tunai, masyarakat bekerja di lingkungannya, mereka kita bayar Rp. 60 ribu perhari. Yang ketiga kita mulai lakukan inventarisasi terhadap fasilitas umum, yang mana yang rusak, itu sudah kita lakukan. Yang keempat, invenatrisasi rumah warga yang hilang, rusak berat, rusak ringan, yang kelima, kita tetap lakukan mitigasi, karena saya melihat hujan tidak akan berhenti, malah BMKG memperingatkannya mulai Nopember sampai Pebruari,” jelasnya.

Selain itu Ia menyebut ada sekitar seribu rumah yang terdampak, dan daerah yang paling parah mengalami kerusakan akibat banjir bandang itu, ada di Kecamatan Pameungpeuk dan Cisompet.” Korban jiwa sejauh ini belum ada laporan, kalau dua nelayan yang hilang, itu tidak ada kaitan dengan banjir,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan banjir bandang Cimanuk pada tahun 2016 silam, kerusakan yang tejadi di Garut Selatn tidak separah banjir Cimanuk. Tetapi katanya bencana di Garsel lebih luas, karena meliputi 6 kecamatan.

Ia juga memastikan, sudah tidak ada warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian, atau gedung fasilitas pemerintah, melainkan merek tinggal bersama di rumah kerabatnya.

Reporter : Zay