GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Apel kesiapsiagaan ini bukan untuk dalam rangka melakukan penegakan hukum, tetapi lebih utama adalah melakukan langkah-langkah penerapan disiplin kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan, Selasa (25/8/2020), memimpin Apel Kesiapsiagaan Penegakan Disiplin Prokes Covid-19, di Lapang Setda Kabupaten Garut. Apel diikuti unsur TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), dihadiri Danrem 062/TN, Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman, Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah, Dandim 0611 Garut Letkol CZI Deni Iskandar, Kajari Garut Sugeng Haryadi, Dan Denpom III/Siliwangi Letkol CPM Yulius Amra, Ketua PN Garut Hasanudin, dan Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Zat Zat Munazat.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut telah mengeluarkan Peraturan Bupati Garut nomor 47 tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), diikuti juga dengan langkah-langkah konkret dengan melakukan upaya-upaya baik melalui program promotif bahkan kuratif, supaya masalah yang berhubungan dengan penanganan virus corona dapat berlangsung dengan efektif dan berhasil.

“Saya berharap masalah covid-19 yang merupakan masalah nasional, kita pertama tentu berdoa semoga Allah Subhanahu Wa ta’ala memberikan keselamatan dan perlindungan kepada kita segera menghilangkan dan mencabut apa yang menjadi takdir kita dengan adanya virus corona-19,” ungkap bupati.

Pencegahan dan pengendalian Covid-19, ujar bupati, secara gotong royong, sebagaimana amanat Presiden dan instruksi Gubernur jawa Barat, secara tegak lurus Pemerintah Kabupaten Garut beserta unsur TNI/Polri, seluruh instansi vertikal, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan dan kalangan alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan serta melibatkan secara luas seluruh masyarakat Garut untuk menyelesaikan masalah covid1-19 di Kabupaten Garut.

Bupati Rudy melihat respon masyarakat terhadap covid-19 sebagai masalah yang tidak terlalu berat, sehingga mereka mengabaikan apa yang diwajibkan dalam protokol kesehatan, diantaranya menjaga jarak (physical distancing) ketika berinteraksi, penggunaan masker, serta mencuci tangan pakai sabun dan desinfektan.

“Karena abai tentu kita. Oleh sebab itu, Bapak Presiden menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah,TNI dan polri beserta masyarakat bahwa masalah virus corona adalah bukan masalah pemerintah, tetapi masalah seluruh masyarakat yang ada di Negara Republik Indonesia yang tentunya dikoordinir oleh pemerintah yang dalam hal ini tegak lurus di bawah komando Bapak Presiden,” katanya.

Bupati Rudy menegaskan, apel kesiapsiagaan ini bukan untuk dalam rangka melakukan penegakan hukum, tetapi lebih utama adalah melakukan langkah-langkah penerapan disiplin kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Garut.

“Kita jaga jangan sampai mereka lengah terhadap kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah, baru setelah itu penegakan hukum, mulai teguran lisan atau sanksi ringan, saksi sedang sampai sanksi berat melalui tahapan-tahapan yang tentu pelaksanaannya dilakukan oleh Satpol PP selaku penegak Perda dan Pilkada bersama dengan TNI/Polri dan penegak hukum lainnya serta gugus tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Garut,” ujar Rudy.

Bupati berharap dalam pelaksanaannya berlangsung dengan efektif, di beberapa sekolah, yang berhubungan dengan kepariwisataan, organisasi-organisasi yang berhubungan dengan pernikahan dan resepsi lainnya, dan pusat keramaian lainnya.

Pihaknya juga telah menganggarkan 7,5 miliar rupiah untuk membeli masker, di antaranya 1,5 juta masker untuk anak-anak (Raudhatul Atfal, TK, SD, SMP, Madrasah Diniyah dan Madrasah Tsanawiyah).

“Kalau yang SMA nanti kita bertemu dengan Bapak Gubernur, karena Bapak Gubernur,” tambah Rudy.

Tugas utama pemerintah, sebutnya, adalah melindungi anak-anak yang dipersiapkan untuk bisa sekolah tatap muka. Selanjutnya pemerintah daerah akan membeli 500 ribu masker yang nantinya akan diestafetkan kepada TNI/Polri, MUI, ormas Islam, PKK dan Dharma Wanita, Pramuka, dan KONI, yang nantinnya disebarkan ke seluruh masyarakat di lingkungannya masing-masing. Pemkab sendiri, kata bupati, sebenarnya pertama telah membagikan satu juta lebih masker yang di estafetkan masing-masing 1000 masker ke 442 kelurahan dan desa, serta 2000 masker masing-masing untuk 42 kecamatan dan Puskesmas.

Selanjutnya Bupati Garut beserta forkopimda melanjutkan pemngecekkan ke lapangan tepatnya di Simpang Lima.

“Saya Bupati Garut beserta Kapolres pak Dandim pak kejaksaan negeri kepala pengadilan dandenpom beserta forkopimda, melakukan razia masker dalam rangka meningkatkan protokol kesehatan supaya kita bisa menghentikan virus corona di Kabupaten Garut sukses,” ungkapnya, seraya berharap di seluruh kecamatan juga melakukan penerapan seperti ini secara terus-menerus hingga pandemi ini berakhir.

Apel kesiapsiagaan ditandai dengan penyerahan bantuan Portbale PCR KIT Covid 19 dari Gubernur Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan penyerahan masker untuk 42 kecamatan secara simbolis kepada Camat Garut Kota, Camat Tarogong Kidul dan Camat Tarogong Kaler.