Buruh Pabrik Tak Bisa Libur, Bupati Garut Galau

0
261

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Ditengah instruksi untuk antisipasi pencegahan wabah Corona (Covid-19), yang salah satunya di edarkan Bupati sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia adalah dengan Sosial Distancing atau masyarakat harus menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Namun ada saja yang enggan mengikuti aturan tersebut. Salah satunya pabrik sepatu PT Changshin Reksa Jaya di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pabrik tersebut nampak sulit memberikan waktu senggang untuk mengikuti aturan tersebut. Akibatnya kumpulan orang pun selalu terlihat setiap hari.

Tiara salah satu karyawan PT Changshin Reksa Jaya mengaku tetap bekerja meski saat ini ada instruksi untuk self distance.

Ia mengaku banyak karyawan yang ingin mengikuti anjuran pemerintah agar tidak terinfeksi virus Corona.

Kita sebenernya inginnya juga libur agar bisa terbebas dari virus Corona. Kalau sudah kena nanti kan malah perusahaan juga yang repot,” tukasnya.

Bupati Garut Rudy Gunawan justru mengaku dilema dengan kondisi warga Kabupaten Garut yang menjadi pekerja pabrik di PT Changsin Reksa Jaya di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

“Makanya itu, kita juga sudah menyampaikan, dan itu harus di atur, karena susah juga,” ucap Rudy, Selasa (24/3/2020).

Dikatakan Rudy, bahwa pihak PT Changsin sudah melakukan protokol Corona, dilokasi pabrik sudah dilakukan penyemprotan desinfektan dan lain sebagainya, untuk mengantisipasi mewabahnya Corona karena penyebab dari perkumpulan banyak orang tersebut.

“Pegawai pabrik itu kita harus agak hati-hati yach, kalau mereka tidak bekerja mau bagaimana?, dilematis lah, tapi pabrik juga sudah melakukan usaha-usaha. Sekarang kan sudah mengurangi, jangan terlalu banyak mengurangi lagi, kalau dirumahkan kasihan juga, kita repot lah,” pungkasnya.

Penulis : Ade Indra

Editor : AMK