KABARNUSANTARA.ID – Wabah virus corona sudah menyebar ke berbagai wilayah, bahkan hingga lintas dunia. Apalagi kini virus tersebut semakin mewabah lantaran bisa menular.

Tak ada perawatan khusus untuk infeksi virus corona, dan kebanyakan orang akan sembuh sendiri. Pengobatan dilakukan dengan istirahat yang cukup dan pengobatan untuk meredakan gejala. Humidifier atau mandi air panas dapat membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

Jika sakit ringan, maka harus minum banyak cairan dan istirahat. Namun, jika khawatir mengenai gejala yang terjadi, segeralah mengunjungi penyedia layanan kesehatan.

Vaksin untuk virus corona baru pun belum ada, tapi para peneliti di US National Institutes of Health membenarkan bahwa tengah dalam tahap pengembangan.

Selain itu, perusahaan obat Regeneron mengumumkan bahwa mereka masih dalam tahap awal mengembangkan pengobatan untuk virus ini.

Namun siapa sangka, kita sebagai umat muslim ternyata sudah dibekali dengan cara untuk mencegah wabah virus berbahaya tersebut menyerang ke tubuh kita.

Yaitu dengan cara :

1.Menghindari makanan yang haram seperti yang dilarang oleh agama

Allah SWT berfirman lewat surat Al’Araf ayat 157 :

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(Qs. Al’Araf:157)

Berdasarkan terjemahan di atas, kandungan dari ayat tersebut adalah mengenai perintah untuk mengimani dan memuliakan Rasulullah SAW serta mengikuti apa yang ada di dalam Al Quran sehingga menjadi orang-orang yang beruntung.

Salah satunya adalah dengan meninggalkan larangan untuk makan makanan haram. Seperti ular dan kelelawar yang menjadi penyebab virus Corona.

2. Selalu menjaga wudhu

Selain kondisi kita selalu dalam keadaan suci untuk bisa beribadah, wudhu juga membuat kita akhirnya sering membasuh tangan dan wajah sehingga tetap bersih.

Berdasarkan hadis sahih yang besuber dari sahabat Abu Hurairah dalam kitab Sahih Muslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوْ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنْ الذُّنُوبِ

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang muslim atau mukmin berwudlu, lalu membasuh wajahnya, maka keluar dari wajahnya segala kesalahan yang dia lihat dengan kedua matanya bersama turunnya air wudlu, atau bersama akhir dari tetesan air. Apabila dia membasuh kedua tangannya, maka keluar dari kedua tangannya semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama dengan turunnya air, atau akhir dari tetesan air hingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.”

Dalam ayat lain dianjurkan berwudhu tidak hanya akan melaksanakan shalat saja akan tetapi dalam perbuatan baik lainnya, seperti berdzikir, tawaf, berdoa dan juga membaca al-Quran (bukan memegang al-Quran). Hal ini dijelaskan dalam firman Allah: لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“tidak ada yang menyentuhnya (al-Quran) selain hamba-hamba yang disucikan (QS al-Waqi’ah; 79).

Menurut para mufasir seprti Ibn Katsir, al-Qurtubi dan juga Jalaluddin al-Mahalli dalam Tafsirnya, maksud yang disucikan tersebut adalah orang-orang yang berwudhu, maka makna tersiratnya mengajarkan untuk selalu hidup bersih dan sehat.

Karena pada hakikatnya manusia tidak terlepas dari kotoran yang menyebabkan penyakit, sehingga dianjurkan selalu berwudhu.

Bisa kita pahami bahwa hadis ini mengungkap kelebihan orang yang selalu menjaga wudhu, yang mana orang tersebut diampuni dosa yang telah ia perbuat, dosanya lepas karena basuhan air wudhu tersebut, karena setiap basuhan mulai dari wajah, tangan, kepala dan kaki mempunyai makna-makna tertentu, yaitu mata yang melihat hal-hal yang kurang baik, hidung mencium bau tidak sedap, tangan berbuat hal tidak baik dan kaki berjalan ketempat yang buruk.

Karena itu, filosofi wudhu mengajarkan kita bahwa anggota badan yang dibasuh tersebut mengisyaratkan bahwa kita harus selalu bersih, apalagi dalam sebuah hadis lain yang diceritakan Abu Hurairah dari Nabi menyatakan bahwa “pada hari kiamat bekas basuhan wudhu akan putih bersinar” (Imam Muslim dalam kitab sahihnya).

Termasuk kelebihan dalam menjaga wudhu badan terasa segar dan sehat, apalagi pada waktu pagi setelah bangun tidur orang-orang yang melakukan hal ini pasti merasakan sehatnya badan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mokhtar Salem dalam bukunya yang berjudul Prayers A Sport For The Body and Soul menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah penyakit kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menimpel dan menyerap. Apabila dibersihkan dengan air yakni berwudhu maka bahan kimia tersebut akan larut. Itulah kelebihan-kelebiahan berwudhu yang telah ditemukan oleh peneliti. Wallahu a’lam

3. Ketika bersin, pastikan menunduk, menutup mulut dan hidung, dan ucapkan alhamdulillah

Hal ini dapat mencegah penyebaran penyakit sekaligus saling mendoakan. Sesuai dengan Hadist Rasulullah:

“Jika seseorang di antara kalian bersin, maka ucapkanlah alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Hendaklah saudaranya mengucapkan yarhamakullah (semoga Allah merahmatimu). Jika ia mengucapkan yarhamukallah, ucapkanlah yahdikumullah wa yushlih baalakum (semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).”

4. Selalu berdoa agar dijauhkan dari penyakit, wabah, dan marabahaya. Dan untuk menangkal wabah penyakit

Ada doa untuk menangkal penyakit. Yaitu :

“Ya Allah, angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi dari negeri kami ini, khususnya Indonesia, dan dari semua negeri kaum muslimin, dengan rahmat Mu, duhai Yang Maha Penyayang.”

Semoga kita semua terhindar dari bahaya Wabah virus Corona. Ammiin ya Robbalallamin. (*)

Reporter : Ade Indra