GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Di tengah ramainya pemberitaan Mukab VII Kadin Garut, sebagian pelaku usaha masih mempertanyakan manfaat keberadaan Kadin di Kabupaten Garut. Keraguan ini terutama muncul dari kalangan pelaku UMKM, yang selama ini masih jarang tersentuh oleh program program nyata dari Kadin. Mengingat keanggotaan dan kepengurus Kadin Garut yang terkesan ekslusif serta masih didominasi oleh pengusaka kontruksi dan “pengusaha anggaran”.

Ditemui saat menemani Survey Program Inklusi Keuangan Bagi Pelaku Usaha di Perdesaan dari OJK & Bank BJB Pusat, Direktur LKP Holistika Institute memberikan pandangan seputar Mukab VII Kab Garut kepada tim KabarNusantara.id .

Cecep Ernanto, Konsultan Pendamping UMKM bersertifikasi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), ini menyampaikan bahwa keberadaan KADIN Garut saat ini masih sedikit sekali dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM. Bukan saja persoalan kurang adanya program bagi UMKM, tapi Kadin Garut jelas tidak memiliki konsep yang matang dalam melakukan pendampingan bagi UMKM.

Nampak bahwa para pengurus KADIN Garut tidak memiliki pemahaman yg baik tentang kondisi para pelaku UMKM. “Jangankan berbicara tentang desain program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan UMKM Garut, pemahaman tentang persoalan nyata yang dihadapi para UMKM pun sangat rendah. Hal ini dikarenakan mayoritas pengurus KADIN bukan berasal dari pelaku UMKM.”

Pria yang mendapat penghargaan sebagai UKM Berprestasi tahun 2019 dari Bupati Garut ini menyampaikan harapannya Mukab Kadin Garut 2020 ini mampu membuka diri bagi para pelaku UMKM. “Kadin Garut harusnya dapat lebih adaftif kepada para UMKM. Ajak dan rangkul mereka masuk sebagai anggota dan pengurus. Gunakan momen Mukab VII ini sebagai sarana membuka diri Kadin terhadap pelaku UMKM.

Beri kesempatan mereka untuk lebih banyak terlibat langsung dalam kegiatan Mukab VII Kadin Garut. Langkah awal ini penting agar kepengurusan Kadin Garut ke depan diwarnai pula oleh pelaku UMKM, sehingga program kerja bidang UMKM Kadin dapat berjalan dengan baik. Jika keanggotaan dan kepengurusan Kadin hanya didominasi oleh kontraktor dan para ‘pengusaha APBD/N’, selamanya keberadaan Kadin hanya monumen bagi para UMKM.

Demikian juga dengan retorika program kerja para calon Ketua Kadin Periode 2020-2025 untuk pemberdayaan UMKM, tanpa keterlibatan nyata pelaku UMKM di dalamnya, hanya akan selesai sampai lisan mereka kering.”

“Kita lihat saja, apakah visi misi dan program kerja yang disampaikan oleh para calon Ketua Kadin Garut Periode 2020-2025 ini benar benar dapat direalisasikan, atau hanya sekedar retorika kampanye,” Lanjut Pria yang pernah dinobatkan sebagai Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri, Bidang Wirausaha Sosial Tahun 2018, ini.

Diakhir pembicaraan, Pendamping Program OPOP (One Pesantren One Produk) Jabar dan Pendamping UMKM Kab. Garut tahun 2019 ini, masih menyelipkan harapan besar kepada Ketua Kadin Terpilih Periode 2020-2025 untuk benar-benar menyusun strategi pendampingan dan pengembangan UMKM yg efektik, serta melibatkan secara utuh para pelaku UMKM dalam pelaksanaan programnya. “UMKM jangan hanya dijadikan sebagai bahan objekan belaka”, pungkasnya.

Reporter : Evan SR

Redaktur : Slamet Timur