GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Berbagai cara dilakukan untuk menghentikan virus Corona atau Covid-19. Salah satunya tidak berjabat tangan. Namun di Jawa Barat berjabat tangan justru diganti.

Salah satunya dengan salam sunda dan salam hati. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, salam sunda yang hanya dengan menaruh kedua tangan di dada dan mengangguk dipercaya dapat mencegah penyebaran virus Covid 19 yang penyebarannya lewat tangan.

“Kalau sudah salam sunda kita tidak perlu lagi menyentuh tangan orang lain. Sehingga penyebaran Corona bisa dicegah,” katanya dilansir Merdeka.com.

Ia mengatakan, virus corona atau COVI-19 salah satunya bisa ditularkan melalui kontak fisik seperti melakukan salaman datau berjabat tangan.

“Karena penyebaran virus ini dari bersin, batuk dan bersalaman jabat tangan. Setelah salaman terus memegang muka masing-masing maka virus itu masuk,” jelasnya.

Sehingga, kata dia, ada gestur individual tanpa mengurangi rasa hormat dan pertemanan maka pihaknya menyarankan salam budaya sunda. “Saya kira salam ini sudah menyimbolkan rasa hormat. Jadi kurangi jabat tangan, cipika cipiki (cium pipi kanan dan cium pipi kiri),” kata dia.

Salam hati di Cianjur

Salam hati

Hal senada dilakukan warga Cianjur. Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman menghimbau kepada semua pihak agar menjaga diri dengan mengganti berjabat tangan dengan salam hati.

Salam yang biasanya dilakukan dengan berjabat tangan, kini sementara waktu digantikan dengan meletakan telapak tangan di dada atau di bagian hati saat berjumpa dengan kerabat.

“Sebagai sikap waspada dan berhati-hati, mari kita hindari kontak secara langsung dan memulai prilaku hidup bersih dan sehat. Salam hati sebagai salah satu cara menghindari kontak kami sarankan lakukan untuk sementara waktu ini,” paparnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Editor : Slamet Timur