China Pertama Kali Nihil Kasus Baru Corona

0
106

INTERNASIONAl, KABARNUSANTARA.ID – China pertama kali tidak memiliki laporan kasus baru virus Corona, Kamis (19/3/2020). Ini terjadi pertama kali sejak virus itu mewabah di Negeri Tirai Bambu pada Januari lalu.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, tren penurunan jumlah kasus baru tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

Seperti dikutip dari AFP, minimnya kasus baru di dalam negeri menandakan upaya penanganan pandemi virus corona di China telah menemui titik terang. China di ambang kemenangan melawan virus corona.

Meski demikian, China masih dihantui ancaman penyebaran virus dari luar. Sebab kasus infeksi virus corona di luar China justru semakin bertambah.

Hari ini Komisi Kesehatan China mengonfirmasi 34 imported case baru atau kasus yang tertular di luar negeri. Angka itu merupakan peningkatan harian terbesar dalam dua pekan terakhir.

Dengan demikian total jumlah kasus yang berasal dari luar negeri menjadi 189. China juga melaporkan delapan kematian baru hari ini.

Berdasarkan data dari Worldometers, hingga saat ini virus corona di China telah menginfeksi 80.928 orang dan 3.245 pasien meninggal. Sedangkan total pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 70.420.

Ketika Covid-19 di dalam negeri dapat dikendalikan, China khawatir virus itu kembali menyebar dari warga asing atau warga mereka yang baru datang dari luar negeri. Mereka menetapkan kebijakan karantina dua pekan bagi seluruh pendatang dari luar negeri.

Virus corona mulai merebak sejak akhir 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hube, China. Diduga virus itu berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara.

Bahkan kini jumlah kasus virus corona di negara lain dilaporkan lebih besar ketimbang di China. Jika digabungkan, ada lebih dari 120 ribu kasus berasal dari negara-negara lain, angkanya jauh di atas China.

Sampai saat ini total kasus virus corona di seluruh dunia sebanyak 219.101 kasus dan 8.962 meninggal. Sementara pasien sembuh mencapai 85.673.

Provinsi Hubei diisolasi sejak akhir Januari lalu untuk membatasi pergerakan sekitar 56 juta orang guna menekan penyebaran virus corona.

Pemerintah Provinsi Hubei pada pekan lalu telah mengizinkan beberapa perusahaan kembali beroperasi di Wuhan.

Sebagian besar warga China juga bisa bernapas lega karena pemerintah mulai mencabut penutupan akses di sejumlah wilayah secara bertahap. Para penduduk kembali mencoba beraktivitas seperti biasa.

Kondisi ini bertolak belakang dengan sejumlah negara yang justru tengah berjuang keras melawan corona. Beberapa negara mulai menerapkan pembatasan seluruh wilayah selama 24 jam penuh atau lockdown. (*)

Penulis : Ade Indra

Editor : AMK