China Tempati Posisi Kedua Pasar Real Estat Paling Likuid di Dunia

24
Hosting Unlimited Indonesia

GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Pasar paling likuid di dunia saat ini adalah Pasar real estat China sepanjang tahun ini. Kenaikan investasi properti baik dari lokal maupun asing diperkirakan menjadi pemicunya kenaikan pasar cina tersebut.

Daniel Yao Head of Research JLL China menjelaskan bahwa volume transaksi properti komersial di China saat ini mencapai rekor senilai US$25 milar sepanjang paruh pertama tahun ini, dorongan investasi mulai terasa pada kuartal pertama 2019, ketika volume investasi melonjak 174 persen secara tahunan ke US$17 miliar.

Baca juga : Olimpiade Informatika Internasional Dimenangkan Pelajar Indonesia

“China telah membuka pasar utamanya ke seluruh dunia. Jadi, di China sedang dalam siklus di mana investasi asing sedang besar-besarnya. Padahal, investor lokalnya banyak yang menjual asetnya. Rekor itu menjadi gambaran kemajuan China,” ujar Yao melalui laporan tertulis, Senin (12/8/2019).

Usai nilai investasinya menembus rekor pada kuartal pertama, permintaan sempat sedikit mereda pada kuartal kedua. Namun, stimulus yang diberikan dari pemerintah Beijing untuk mengerek perekonomian malah memberi tekanan pada pemilik properti dan memicu pertumbuhan pasok.

Baca juga : Bupati Garut Janji Beri Beasiswa Untuk Guru Fisika Kuliah Di ITB

Selain itu china juga mendapat keuntungan dari peristiwa Brexit. Inggris selama ini menjadi pasar properti paling likuid kedua di dunia, tapi karena ketidakpastian Brexit, posisinya kini tergantikan oleh China.

“Pasar tengah bergeser perlahan, dari banyak yang jual menjadi banyak yang beli, dengan adanya kenaikan pasok dan sentimen wait and see yang sedang terjadi. Dengan ini, investor asing jadi makin percaya diri pada pertumbuhan China sehingga mereka tak berhenti mencari aset yang tepat,” ujar Sigrid Zhou, Research Director of Capital Markets for JLL China.

Baca juga : Pasar Wisata Digital Situ Bagendit Besok Bakal Bikin Kejutan Bagi Warga Garut

Jika melihat China yang semakin menarik bagi investor global, perusahaan Brookfield Asset Management asal Kanada telah membeli Greenland Huangpu Center senilai US$1,55 miliar, yang merupakan bangunan mixed use seluas hampir 15 hektare di Shanghai.

Tak hanya itu investasi asing juga baru-baru ini datang dari CDL Singapura yang membeli pengembang di Shanghai dan menjadi salah satu kontributor pengembang di China.

Zhou menyebutkan bahwa kebanyakan aktivitas investasi di China terjadi di Shanghai dengan nilai transaksi sebesar US$10,90 miliar pada paruh pertama 2019. Hal itu membuat Shanghai menjadi kota dengan likuiditas pasar properti paling tinggi keempat di dunia, di bawa New York, Tokyo, dan Paris.

Reporter : Hdr

Comment

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan