BANDUNG, KABARNUSANTARA.ID – Memasuki libur natal dan tahun baru yang masih dalam situasi pandemi covid 19, harus banyak antisipasi bagi anda yang berpergian bersama keluarga untuk berlibur atau sekedar berwisata ke luar kota untuk menghilangkan penat karena pekerjaan yang padat.

Makan dari itu masyarakat didorong untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi, salah satunya terkait dengan tes atau pemeriksaan COVID-19.

Untuk menjaga tubuh kita dan memastikan tubuh tetap aman, ada beberapa alat pemeriksaan yang bisa digunakan untuk mendeteksi adanya virus Covid 19, yaitu rapid test yang terbagi menjadi 2 jenis, antibodi dan antigen, lalu ada test swab PCR yang memiliki persentase deteksi yang lebih tinggi.

Uu Ruzhanul Ulum Wakil Gubernur Jawa Barat meminta tim gugus tugas di daerah agar bisa mengoptimalkan rapid test antigen selama momen Natal dan tahun baru (Nataru) untuk memastikan kesehatan masyarakat saat liburan panjang.

“Jadi kalo kita ambil swab test bisa minimal 3 hari baru bisa diketahui hasilnya, tetapi untuk rapid antigen dalam hitungan jam sudah bisa diketahui hasilnya. Pada momen Nataru ini lebih baik bisa mengoptimalkan penggunaan rapid antigen,” jelas Uu saat dihubungi kabarnusantara.id melalui sambunga telpon, Jumat (25/12/20).

Selain itu orang nomor dua di Jawa Barat itu juga mengulas perbedaan cara pengambilan antara rapid test anti body dan rapid test antigen dari cara pengambilan sample test.

“Kalo rapid test anti body diambil dari ujung jari, sedangkan untuk cara pengambilan rapid test antigen di swab seperti untuk PCR, jadi kalo Swab PCR hasilnya kan lama, tapi kalo rapid test antigen hasilnya cepat,” tambah Uu.

Tak hanya itu Wagub juga menyebut jika rapid test antigen ini digunakan karena akurasinya 90%, serta digunakan untuk pengetesan wisatawan yang masuk ke Jabar, dengan penentuan lokasi-lokasi tertentu.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami tentang dan bisa bekerjasama bagaimana penanganan covid 19 ini, jangan sampai pemerintah tegas, giat, terfokus, masif, tapi masyarakat masih ada yang santai dan tidak mematuhi protokol kesehatan, apalagi ada pandangan yang enggak-enggak, itu harapan dari pemerintah dan aparat yang saat ini sangat gigih melakukan infeksi di berbagai daerah,” pungkasnya.