GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Pihak pemerintah meluncurkan sistem Warung Elektronik Gotong Royong (E-warong) yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk salurkan Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga yang tidak mampu. Dengan sistem ini dana bansos dan subsidi nantinya akan disalurkan secara non tunai menggunakan sistem perbankan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsah menuturkan, agen E-warong akan diberi sosialisasi dan edukasi dengan harapan setiap agen E-warong dapat lebih memahami pedoman umum pelaksanaan program sembako.

“Dengan edukasi dan sosialisasi agen-agen E-warong program sembako BPNT, kita berharap semua agen bisa lebih memahami pedoman umum pelaksanaan program sembako,” ujarnya kepada kabarnusantara.id belum lama ini.

Ade menyebut, nantinya agen-agen tersebut dapat dengan benar-benar menyalurkan bantuan sembako sesuai dengan ketentuan-ketentuan pedoman umum.

“Sebagaimana mestinya, E-warong sebagai titik distribusi program sembako ini dapat dengan benar-benar memperhatikan ketentuan-ketentuan pedoman umum terutama pada sisi kualitas, harga dan layanan-layanan lainnya kepada keluarga penerima manfaat,” jelasnya.

Pemerintah memberikan edukasi sosialisasi ke Agen atau E-warung mengenai BPNT (Bantuan Non Tunai) atau program sembako, dengan harapan semua agen atau E-warung lebih memahami pedoman umum pelaksanaan program pemberian bantuan sembako dengan bagaimana E-warung mampu melaksanakan fungsinya sebagai titik distribusi program sembako ini dengan benar-benar memperhatikan ketentuan-ketentuan pedoman umum terutama dari sisi kualitasnya, sisi harga dan layanan-layanan lain.

Sementara Ade Rizal selaku Ketua Komisi IV DPRD Garut menjelaskan program ini adalah salah satu program Dinas Sosial dalam rangka mensosialisasikan program pemerintah kepada agen, mengenai program BPNT bersama-sama dengan Bank Himbara.

“Ada Bank BNI dan Bank Mandiri. Dan Dinas Sosial adalah salah satu mitra kami yang memang di komisi 4 ini Salah satu program yang ada di Dinas Sosial yang lagi sensi, kenapa bilang lagi sensi karena lagi banyak persoalannya, lagi banyak masalah, dan masih banyak yang perlu diselesaikan di kalangan masyarakat yang dimana banyak terjadi ketidak sesuaian antara fredoom dengan takaran pelaksanaan, di predoom terkait dengan tuposi sebagai agen, tupoksi sebagai supplier,” jelas Ade.

Selain itu politisi Partai Gerindra itu menyebut bahwa dari runtutnya adalah program pemerintahan pusat melalui Kementerian Sosial dan disalurkan, dana nya itu ke Bank Himbara yang ditunjuk hari ini adalah Bank BNI dari Bank BNI, nanti sampai bulan desember, nanti per bulan Januari 2021 sudah dipindahkan ke Bank Mandiri yang awalnya Bank Mandiri dari perluasan 1.25699 kpm, sampai mungkin nanti akan bertambah dari Bank Himbara Bank BNI yang kemarin dimana jumlahnya hampir Rp.389.000,-.

“Oleh karena itu saya menghimbau agar bersama-sama dengan Dinsos mensosialisasikan keliling ke tiap-tiap kecamatan untuk memberikan pemahaman sosialisasi dan edukasi terkait bagaimana cara penyaluran yang benar antara melaksanakan program ini dengan benar, yang sudah dijelaskan tadi bahwa, produk dari pusat ke Kementerian kemudian ke Provinsi dari provinsi kepada Kabupaten dari kabupaten posisinya ada di Dinas Sosial kemudian disampaikan ke korteks yang ada di kecamatan,” pungkasnya.

Reporter : Fajar/ Septia
Redaktur : AMK