Dansatgas Pamtas Yonif Raider 303 SSM Kostrad Garut Dalam Upacara Alih Kodal Dengan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 200 BN

0
160

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Persoalan perbatasan antar negara, hingga kini masih merupakan suatu permasalahan yang cukup kompleks, menyangkut kedaulatan, Integritas maupun martabat masing-masing negara.

Kawasan perbatasan juga memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi seperti penyelundupan khususnya Narkoba, kegiatan-kegiatan illegal antara seperti ilegal logging, ilegal minning, ilegal traficking, termasuk pelintas batas secara ilegal, hal ini agar menjadi perhatian seluruh prajurit selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan.

Dalam menjamin keberlanjutan pengamanan perbatasan serta berakhirnya nasa bakti penugasan Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM melaksanakan upacara alih kodal dengan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 200/BN.

Satgas Pamtas RI-Malaysia melaksanakan acara Alih Kodal pergantian Satgas Pamtas dari Yonif R 303/SSM (Setia Sampai Mati) Divisi Infanteri 1 Kostrad, yang bertugas selama 13 bulan dari Juli 2019 s/d Juli 2020, beralih tugas ke Yonif R 200/BN (Bakti Negara) pada Jum’at (17/7/2020).

Alih Kodal di pimpin Danrem 092/MRL (Maharajalila) selaku Dankolakops Satgas Pamtas RI-Malaysia, Tanggal 17 Juli 2020, bertempat di Kantor Makorem 092/Maharajalila jalan Gelatik Kel. Tanjung Selor Hilir, Kec. Tanjung Selor, Kab. Bulungan Prov. Kaltara.

Dalam sambutannya, Danrem 092/Mrl, Brigjen TNI Suratno S.IP, menyampaikan, Dihadapkan pada tugas pokok TNI dalam menjaga dan melindungi keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka wilayah perbatasan RI-Malaysia harus dapat dijamin keamanannya, sekaligus dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan terutama dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sehingga kepercayaan terhadap TNI akan semakin tinggi,

Berdasarkan hasil evaluasi bahwa Satgas Yonif Raider 303/SSM telah mampu melaksanakan tugas yang diberikan dalam menjaga keamanan perbatasan RI-Malaysia dengan cukup baik, hasil operasi dan data Pelintas Batas Satgas Pamtas Yonif Raider 303/Ssm sampai pada 15 Juli 2020 yang dicapai antara lain :

1). Senjata illegal berupa
Senjata Penabur 39 Pucuk, Senjata Rakitan 8 Pucuk, Pistol Rakitan 4 Pucuk, Munisi Penabur 532 Butir, Munisi Pistol Kaliber 9 mm 1 Butir
2). Miras illegal sejumlah 1.200 botol merk Black Jack’s, 1818 kaleng Diablo, 36 botol Arak, 20 kaleng 3 Horse, 10 kaleng Bintang, 28 botol cap Apek, 3 kaleng Snow Bir, 1 botol Chiu 600 ML dan 1 botol Vodka

Selain itu juga mendata Pelintas Batas 16 Juli s.d. 8 Juli 2020 dengan ketentuan dari RI-Malaysia (Keluar), sejumlah 1931 Orang, dan dari Malaysia-RI (Masuk) sejumlah 1604 Orang.

Dengan berakhirnya penugasan Yonif Raider 303/SSM, selaku Dankolakops Satgas Pamtas RI-Malaysia Brigjen TNI Suratno S.IP, menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus dan penghargaan kepada Satgas Yonif Raider 303/SSM yang telah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan selama kurang lebih selama 13 bulan dengan sangat baik.

Dengan berakhirnya penugasan ini maka Satuan ini akan kembali ke Home Base di Jawa Barat.

Dankolakops juga berpesan kepada seluruh prajurit Yonif Raider 303/SSM, sekembalinya ke homebase agar segera menyesuaikan diri dengan kegiatan Satuan masing-masing, guna mempersiapkan diri menyongsong tugas yang akan datang. Selamat jalan, selamat kembali ke home base, dan sampaikan salam hormat kepada keluarga dan prajurit di satuan.

Dalam acara alih kodal Ini dihadiri oleh Danrem 092/Mrl, Brigjen TNI Suratno, S.IP., Kasrem 092/Mrl, Kolonel Inf Ketut Gede Wetan Pastia, Dandim 0903/Tsr, Kolonel Inf Sapta Warwindu Ibraly, S.IP., Kasiter Korem 092/Mrl, Letkol Kav Suteja, Ma, S.H, M.Si., Danbrigif 24/BC, Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro, Dansatgas Yonif R 303/SSM, Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos, M.I.Pol, Dansatgas Yonif R 200/BN, Mayor Inf Andy Irawan, S.H., Wadansatgas Yonif R 303/SSM, Mayor Inf Ardian Kristiawan, S.E., Jajaran Staf Kodim 0903/Tsr, dan lara Perwira Korem 092/Mrl.

Reporter : MD Sumarna

Editor : AMK