KABARNUSANTARA.ID – KABAR PILKADA, Debat Publik Paslon Pilkada Garut 2018 telah dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2018 oleh KPUD Garut dinilai gagal baik dari sisi tehnis pelaksanaan ataupun materi yang disajikan. Dengan mengambil tema akslerasi metodologi debat yang katanya melibatkan akademisi dan Perguruan tinggi ini kehilangan esensi substansial ataupun ekspektasi masyarakat yang menurut penulis tidak terlihat segregasi kualitatif dari paslon. Konsep pertanyaan tidak menghasilkan ekpektasi jawaban terkait akslerasi. Kegagalan selanjutnya adalah tidak tersajinya debat akademik terkait susunan derivatif dari visi dan misi para paslon sebagai parameter kapabilitas yang deliverable sehingga bentuk pertanyaan terkesan normatif dan jawaban yang bersifat retorik masih belum dapat dijadikan acuan oleh kami bahwa para paslon memahami baseline problem identification lebih jauhnya mencari short solution atau longterm public policy hanya  menjadi angan-angan bagi para akademisi termasuk penulis sebegai pemerhati Politik Hukum yang mengharapkan debat publik reslutantenya adalah kapabilitas intelektual terkait permasalahan Human Development Index Kabupaten Garut.

Debat Publik yang pertama ini selayaknya harus dilakukan evaluasi total baik dari tehnis pelaksanaan dan metode pengujian ( Debat Publik ) oleh panelis kedepan. penulis memandang bahwa kapabilitas Paslon tentu terkait dengan wawasan Intelektual para Paslon seputar Pemahaman Desentralisasi dengan mengedepankan Konsep SMART. Kedepan baiknya bentuk debat di pimpin oleh panelis dengan latar belakang akademisi atau praktisi yang selama ini concern terhadap perbaikan-perbaikan pemerintahan daerah dalam ruang lingkup Clean and Good Government. Catatan lain Dari penulis adalah materil pertanyaan yang dibuat oleh Panelis tidak dapat diterjemahkan oleh moderator yang notabene perannya hanya mengatur acara ( konsep MC ) sehingga kualitas pertanyaan hanya diterjemahkan oleh jawaban-jawaban yang tidak memiliki turunun konsep yang koheren.

Debat publik baiknya dikemas secara ilmiah dengan metedologi tertentu agar para paslon secara kualitatif terlihat kapasitasnya dimata Publik Garut. Harapan Pemilih Garut dari hasil debat publik adalah menentukan pilihan berdasarkan pemahaman para paslon terkait program konseptual dari masing-masing paslon. Ukurannya adalah kemampuan Paslon memenuhi unsur SMART :

  • Specific ( Fokus Pada Masalah yang akan ditetapkan )

  • Measurable ( Terukur Secara Kuantitaif dan Kwalitatif )

  • Achivable ( Tercapai secara Kuantitatif dan Kualitatif )

  • Reliable ( Dapat Diperoleh Secara Kuantitatif dan Kwalitatif )

  • Timeline ( dapat menentukan Batas waktu untuk Pencapaiannya )

Metodologi ini sangat menentukan dan ditentukan oleh kapasitas panelis dalam membawakan setiap pertanyaan-pertanyaan dan melakukan penggalian kemampuan para Paslon agar bentuk jawaban dapat terhindar dari normatif retorik. Harapan Konsep SMART jika dibawakan oleh panelis yang memiliki wawasan Pemerintahan Daerah Garut adalah tergalinya kemampuan sehingga pemetaan kapasitas Paslon dapat segera dilihat oleh Publik dan Publik dengan kecerdasannya secara objektif akan menentukan pilihan awal.

Fokus debat Publik adalah terciptanya hasil yang bisa dilihat dan didengar secara realistis oleh publik, karena ruang subjektivitas yang tercipta dari Baligo, hegemoni timses dalam mengunggulkan masing-masing Paslon dapat terjawab oleh kapastitas individu dari masing-masing paslon dengan penguasaan materi yang detail dan konseptual. Tidak bisa dipungkiri bahwa pemahaman utama para paslon adalah tentang penguasaan hukum pemerintahan daerah secara prosedural. Program kerja paslon dengan Anggaran ( APBD ) yang sifat dana nya Cost Fix dalam dimensi penulis sudah Fix Planning And Budgeting sesuai dengan RPJMD yang tertuang dalam Perda APBD Terakhir Kabupaten Garut dengan Perda No 15 Tahun 2017. artinya dari sisi pengolahan anggaran Para Paslon harus mampu membuat elaborasi dan justifikasi diskresi agar pos-pos anggaran APBD dapat mencerminkan program kerja sesuai dengan visi misi dari masing-masing Paslon.

Hasil akhir dari Debat Publik Pertama kemarin dari analisa kualitatif penulis baik Paslon No 1, 2, 3 dan Paslon no 4 masih menggambarkan Public Speaking Skill tanpa dibarengi esensi dan fokus masalah fundamental di kabupaten garut untuk diselesaikan ketika mereka dipercaya jadi pimpinan daerah. Dalam waktu dekat Penulis akan melakukan audensi ke KPUD Garut untuk memberikan dan menawarkan Konsep Debat yang terstruktur dan metodologis. Saya akan menawarkan Event debat Lanjutan melibatkan perwakilan Mahasiswa se-Kabupaten Garut dengan Framework Compentency Base Interveiw bagi para paslon. Dalam konsep SMART kita akan melakukan pendalaman materi yang efektip dan efisien sehingga fungsi panelis dapat memberikan daya eksplanasi publik yang mudah dipahami, sederhana tetapi tetap mengedepankan jawaban analitik dari para paslon berdasarkan fokus permasalahan yang membutuhkan program kerja optimum.

Konsep SMART yang akan menjadi ruang lingkup kapabilitas Paslon dalam debat publik kedepan diharapkan dapat menjadi metodologi baru untuk di adopsi oleh KPUD Garut agar realisasi debat publik kedepan dapat dirasakan oleh rakyat garut terutama masyarakat yang memiliki hak pilih agar objektivitas penilaian benar-benar terdistribusi ke masing-masing individu yang memiliki hak pilih dalam Pilkada Farut 2018.

Debat Publik adalah Instrument permulaan untuk menghasilkan Performance Indikator bagi para Paslon terkait Perencanaan Konseptual yang Comperhensif dalam pelaksanaanya debat publik lanjutan idealnya melibatkan perwakilan Mahasiswa Se-Kabupaten Garut dengan konsep debat terbuka yang hanya melibatkan para Paslon saja dengan panelis perwakilan mahasiswa serta undangan hanya untuk mahasiswa undangan saja. Hal ini agar debat publik berjalan fokus dan terarah serta memberikan kesempatan kepada elemen mahasiswa Kabupaten Garut untuk mengambil bagian dalam mensukseskan Debat Publik dengan hasil akhir pemahaman Publik yang objketif. Apakah konsep Debat ini akan menjadi agenda KPUD selanjutnya atau Sebagai Terobosan baru KPUD dalam hal memberikan kesempatan kepada akademisi mahasisiwa tentunya akan kita coba bicarakan secara utuh dengan pihak KPUD sekaligus memberikan Proposal Lengkap terkait kontribusi mahasiswa dalam mensukseskan Pilkada damai dan Berkualitas.

Penulis : Indra Kurniawan  Pendiri UKM Kajian dan Literasi STHG Garut, Pemerhati Politik Hukum Dan Ketatanegaraan.