BANDUNG, KABARNUSANTARA.ID – Presiden Joko Widodo meminta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan ekspansi digital di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Hal ini dirasa cocok dengan situasi di mana banyak wilayah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Kalau bisa pindah platform digital, jadi bisa jualan offline dan online bisa bantu tingkatkan omzet,” ungkap Jokowi.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mendukung pernyataan Presiden. Dia menilai pemanfaatan teknologi pada industri 4.0 bisa menjadi alat dalam mendukung produktivitas sektor industri secara lebih efisien sehingga dapat mendongkrak daya saing serta dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah pandemi Covid-19 dengan meningkatkan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bahkan menyatakan pihak kementerian telah memulai langkah-langkah promosi dengan bekerja sama lintas kementerian guna memfasilitasi pelaku UMKM.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi meluncurkan Gerakan Nasional (Gernas) #BanggaBuatanIndonesia, yang bertujuan mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjajal platform penjualan digital.

Guna mendukung pemerintah dalam membantu UMKM menggunakan teknologi digital atau Go Digital tersebut di era pandemi untuk dapat tetap bertahan, perusahaan swasta yang berfokus pada investasi di industri UKM dan Startup, PT Modal Saham Asia Investama, atau yang dikenal dengan ModalSaham, mengembangkan lini bisnis baru, yaitu Venture Studio dan Inkubator.

“Di tengah pandemi ini, UKM dipaksa harus menggunakan teknologi digital sesegera mungkin dalam menjalankan bisnisnya. Namun masalah yang timbul adalah mereka tidak punya tim teknis IT, dan mayoritas masih buta dalam dunia teknologi. Dengan resource yang ModalSaham miliki, Kami bertekad membantu UKM untuk Go Digital. Kami meluncurkan Venture Studio yang dapat memfasilitasi tim teknis IT sesuai dengan yang dibutuhkan UKM, bahkan fasilitas ini bisa didapatkan secara gratis jika UKM tersebut bisa saling bersinergi dan menguntungkan bersama”, ungkap CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi.

Venture Studio yang dimiliki ModalSaham ini tidak hanya untuk UKM, namun terbuka juga untuk Startup yang mempunyai masalah untuk menemukan tim teknis IT yang memumpuni. Selain itu, setelah ModalSaham sukses dengan program inkubator online “Menjadi Nyata” yang berkolaborasi dengan Erendi Digital Labs, ModalSaham meluncurkan inkubator sendiri yang menyediakan fasilitas advisory dan mentoring untuk pelaku UKM dan Startup sehingga dapat terus berinovasi dan menciptakan bisnis yang dibutuhkan masyarakat. Inkubator ini akan memberikan modul pelatihan kepada UKM dan Startup, mulai dari seluruh lingkup bisnis meliputi pemasaran, keuangan, operasional, sumber daya manusia, dan legal.

Pengembangan lini bisnis ModalSaham ini diiringi dengan peresmian kantor baru di Wisma BSG lantai 3A, Jl. Abdul Muis No. 40, Jakarta Pusat, yang sebelumnya berkantor di Bursa Efek Indonesia, Tower 2 Lantai 17, Jakarta Selatan.

“Dengan pengembangan lini bisnis, hari ini ekosistem yang dimiliki ModalSaham semakin lengkap. Banyak hal yang dapat dibantu oleh ModalSaham untuk kemajuan UKM dan Startup di Indonesia, tidak hanya akses permodalan, tapi hampir seluruhnya dari hulu ke hilir. Di kantor baru, kami juga memiliki Coffice, Coffee Office, dimana UKM dan Startup yang ingin bersinergi dengan Kami dapat datang dan melakukan table talk dengan tim Kami. Intinya Kami ingin turut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini, agar UKM dan Startup bisa terus berjuang melewati masa krisis”, tutup Reza.