Ditjen PUPR RI Tingkatkan KSM Kotaku di Garut Dengan Pelatihan

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Dalam meningkatkan motivasi dan pengembangan usaha dari para Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kotaku. Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Penguatan Business Development Center (BDC) Intan Garut menggandeng Holistika lInstitute Indonesia, menggelar pelatihan peningkatan Kompetensi Vokasional unit olahan aneka Keripik, Kue dan Roti Tahun 2019.

Dengan tertempat di Gedung Local Education Centre (LEC) Kecamatan Tarogong Kidul, Kab. Garut, Jawa Barat. Pelatihan vokasional tersebut ditutup langsung oleh Askot mandiri Garut Rustandi, dan dihadiri Direktur Holistika Institute Cecep Ernanto, BDC Intan Garut Yanto, Askot IC, dan Tian Komite BDC.

Selama delapan hari dari tanggal 06 -14 Desember 2019. Yang diikuti sebanyak 90 peserta KSM yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Garut.

Direktur Holistika Institute Indonesia Cecep Ernanto sebagai pelaksana pelatihan mengatakan kegiatan Vokasional ini adalah salah satu dari program Kotaku

”Vokasional ini adalah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas vokasional, para anggota anggota KSM yang ada di Kabupaten Garut. supaya memang secara kemampuan untuk memproduksi dan menjalankan usaha bisa lebih meningkat,” ucapnya saat ditemui usai penutupan pelatihan peningkatan Kompetensi Vokasional, Sabtu (14/12/19) malam.

Dikatakan Cecep, program ini bukan hanya pelatihan vokasional saja, tapi dilanjutkan dengan pendampingan KSM.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 90 peserta dari binan Kotaku dan BDC intan Garut, yang nantinya akan dibina selama tiga bulan kedelapan, setelah pelatihan ini sampai mereka mampu establish. Bisa memproduksi dan produk nya bisa diterima pasar, secara nilai pasar dan berkembang, ” ungkapnya

Lebih jauh menjelaskan, Sementara untuk permodalan Intan BDC Garut ada suatu model dimana permodalan itu bentuk berupa barang. Dimana KSM ini boleh mengajukan permohonan permodalan berupa bahan atau alat dengan catatan harus berkelompok. ” penyaluran tersebut tidak berupa uang melainkan bahan dan alat,” jelasnya

Untuk pemasaran kita sedang mempersiapkan pojok KSM, yang dimana pojok KSM ini menjadi sarana untuk pemasaran anggota anggota yang mempunyai produk

“Penyebaran produk tersebut, Kita akan coba bekerjasama dengan Toko Oleh Oleh, Supermarket, dan Mini Market. Dengan konsep semenarik mungkin. Selain itu juga ada satu kebijakan dimana selama ini banyak yang tidak diterapkan oleh para supermarket atau mini market yaitu harus memasarkan produk lokal,” tandasnya

Cecep berharap dari kegiatan pelatihan ini bisa lebih memahami dalam pengembangan usaha-usaha Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan bisa mandiri, serta membantu mempedayakan masyarakat sekitarnya terutama ibu ibu sekitar nya.

“Dengan adanya program ini, diharapkan ibu ibu bisa tercegah atau keluar dari jeratan Bank Emok. Karena tujuan program ini adalah untuk mengetaskan kemiskinan dan peningkatan perekonomian,” pungkasnya.

Reporter : MD Sumarna
Editor : Slamet Timur

Post Author: Kabar Nusantara

Media www.kabarnusantara.id adalah media siber indonesia yang memberikan informasi terpercaya untuk khalayak menjadi penyambung lidah antara masyarakat dan penguasa serta unsur lainnya | PT. USPA MEDIA NUSANTARA

Tinggalkan Balasan