KABARNUSANTARA.ID – Ratusan masyarakat Kabupaten Garut, Sabtu (10/10) berkumpul di alun-alun Garut, Kecamatan Garut Kota menghadiri dzikir dan shalawat bersama KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia).

Kegiatan tersebut yang tadinya berjalan lancar diwarnai ketegangan saat sekelompok orang datang menggunakan motor dan mobil berpengeras suara di sekitar lokasi kegiatan.

Mobil yang memakai pengeras suara itu sempat berhenti beberapa saat tepat di depan alun-alun Garut, tempat massa dari KAMI menggelar dzikir dan shalawat. Mereka menyuarakan agar pemerintah menindak warga yang melanggar protokol kesehatan, mulai dari yang tidak bermasker hingga berkerumun.

Sontak aksi tersebut mengundang reaksi dari sejumlah massa KAMI yang sedang khusus berdzikir. Sumpah serapah pun sempat keluar dari massa aksi dan berusaha mengejar mobil yang bergerak pergi itu. Beberapa diantaranya bahkan ada yang meminta polisi agar menertibkannya.

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Acep Mutawakil (27) mengaku bahwa aksi dari sekelompok orang tersebut sangat mengganggu kegiatan dzikir yang sedang diikutinya.

“Ini seperti disengaja. Pakai speaker, volumenya dikeraskan, speakernya juga mengarah ke alun-alun yang ada kita sedang berdzikir,” ujarnya.

Acep sangat menyayangkan aksi dari sekelompok orang tersebut. Walau begitu, ia enggan berburuk sangka.

“Kalau soal protokol kesehatan, kita di kegiatan selalu diingatkan agar menggunakan makser dan menjaga jarak. Jangan asal mencap kita melanggar protokol kesehatan dan sengaja bikin gaduh,” katanya.

Warga lainnya yang turut hadir, Dewi Susanti (34) menyebut bahwa aksi yang dilakukan sekelompok orang yang menggunakan mobil dan berpengeras suara itu sangat tidak sopan.

“Kita sedang dzikir malah diganggu. Ya wajarlah kalau kita marah,” ucapnya.

“Ini sebetulnya kenapa pada keki kepada KAMI ya. Ga di Garut enggak di kota lainnya. Seperti kami ini berbuat masalah saja. Padahal tujuannya kan untuk hal yang baik, untuk Indonesia,” tutupnya.

Kegiatan shalawat dan dzikir KAMI di Garut, memang dihadiri oleh ratusan warga yang datang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Garut. Kegiatan tersbeut berakhir sekitar pukul 11.15 setelah dimulai beberapa jam sebelumnya.

Sumber lain : merdeka.com