GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Peserta perwakilan lomba karya tulis dalam peringatan HUT Ikatan Adhiyaksa Dharmakarini ke 20 tanggal 21 Juli 2020 tingkat Provinsi Jawa Barat merasa senang dan tidak menyangka karena ia berhasil keluar sebagai juara pertama. Peserta asal Garut tersebut bernama Ema Nurjamilah SP.d MM, dalam kesehariannnya Ema menjalani profesi sebagai Kepala Sekolah SDN Regol 10 Garut.

“Ibu mewakili Ikatan Adhiyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Garut, tema karya tulisnya ‘Cara Bijak Menggunakan Media Sosial di Era Digital’ judul karya tulis ibu “MENGGIATKAN PARA ORANGTUA AGAR LEBIH BIJAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DENGAN METODE SPP UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI BUNDA EMA” itu yang kemarin jadi juara satu,” ujarnya saat dikonfirmasi kabarnusantara.id Senin (01/18/21) pagi.

Kegiatan tersebut di ikuti seluruh IAD Daerah se-Jawa Barat, Seperti : IAD Daerah Kota Bandung, IAD Daerah Karawang, IAD Daerah Garut, IAD Daerah Kota Bogor, IAD Daerah Kota Bekasi, IAD Daerah Ciamis, IAD Daerah Kabupaten Bogor, IAD Daerah Subang, IAD Daerah Kota Tasikmalaya, IAD Daerah Depok, IAD Daerah Kota Cirebon, IAD Daerah Sumedang, IAD Daerah Kota Sukabumi, IAD Daerah Majalengka,  IAD Daerah Kabupaten Bandung, IAD Daerah Kabupaten Sukabumi, IAD Daerah Kuningan, IAD Daerah Kabupaten Bekasi, IAD Daerah Cianjur, IAD Daerah Indramayu, IAD Daerah Banjar, IAD Daerah Purwakarta, IAD Daerah Kabupaten Cirebon, IAD Daerah Kabupaten Tasikmalaya, IAD Daerah Cimahi.

Peserta yang berhasil menjadi juara :

Juara 1 : Ny. Ema Nurjamilah Garut
Juara 2 : Ny. Hendrieta daerah Kuningan
Juara 3 : Ny. Irma Silviani Kota Sukabumi
Harapan 1 : Ny. Julinda Haikal Wilayah Jabar
Harapan 2 : Ny. Tavipia Iman daerah Purwakarta
Harapan 3 : Ny. Shinta Arisha Fajar Kota Banjar.

Ema juga menjelaskan jika metoe SPP itu meliputi berbagai hal seperti S=Saring sebelum sharing, P=Posting yang penting bukan yang penting posting, P=Pandai merasa bukan merasa pandai. Generasi Bunda Ema adalah Generasi yang Berkarakter, Unggul, Normatif, Disiplin, Aspiratif, Edukatif, Mandiri, dan Adil.

“Intinya dengan raihan ini saya senang, juga kaget kok bisa jadi juara satu padahal saingannya cukup banyak, yang ikut orang-orang terpilih dari IAD masing-masing, dan saya membuat karya tulis itu lumayan singkat waktunya yang jelas saya begadang selama empat malam karena dikejar waktu, dan saya setiap malamnya baru bisa buka laptop untuk menyelesaikan karya tulis itu setelah kedua anak balita saya tidur sekitar jam sembilan malam, ” pungkasnya.

Disela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus balita usia tiga tahun setengah dan satu tahun setengah, ia juga sibuk mengurusi anak yang sudah sekolah kelas 12 dan kelas 7 beserta suami tercinta, namun berkat kerja keras dan kegigihannya prestasi itu berhasil ia raih dengan sukacita.