GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Di penghujung tahun 2020 Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengungkapkan, hasil evaluasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut, Jawa Barat banyak yang tidak mencapai target.

“Kalau dari sisi pengelolaan pemerintahan, banyak yang tidak mencapai target. Target kita ini adalah menyelesaikan beberapa infrastruktur, tapi anggarannya banyak di-relokasi dan di-refocusing hampir Rp. 300 miliar. Sehingga target penyelesaian pembangunan di Garut terlambat, yang terlambatnya hampir 30 persen,” ungkap Bupati, kepada wartawan, di kantornya, Senin (28/12/20).

Bahkan ia menambahkan, ada empat penghargaan bergengsi yang berhasil diraih Kabupaten Garut di tahun 2020, dengan mendapatkan hadiah dari Dana Infrastrur Daerah (DID). Diantara penghargaan itu, mendapatkan plakat sebagai penghargaan atas pengelolaan keuangan yang dinilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang diperoleh 5 kali berturut turut.

Penghargaan berikutanya, yakni MCP yang diperoleh dari Komisi Pemberantasan Korupsi, kemudian penghargaan sebagai Kabupaten dengan penyelenggaraan pemerintahan yang sangat inovatif. Yang terakhir pengahargaan SAKIP Award 2020, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP).

Walaupun begitu Rudy mengakui jika angka kemiskinan di daerahnya mengalami peningkatan akibat Pandemi Covid 19. ” Ada kenaikan angka kemiskinan, tapi masih di angka 0,9 persen, dari 8,9, turun menjadi 9,7 persen, artinya angka kemiskinan naik. Jawa Barat juga naik, Indonesia sama naik. Nah di tahun 2021 kita juga masih ada tekanan, karena berkurangnya dana alokasi umum (DAU),” jelasnya.

Namun di tahun 2021 nanti, Rudy berjanji akan memperbaiki manajemen sumber daya manusia, dengan cara mengangkat pegawai P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), serta penambahan CPNS sebanyak 800 orang.