KABARNUSANTARA.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengatakan ada 11 kabupaten di Jateng dianggap jumlah kasus covid-19 terbilang tinggi, namun jumlah tes pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sangat rendah. Dia meminta pemerintah daerah melaksanakan intervensi supaya daerah tersebut untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan covid-19.

“Kita akan dorong tingkatkan pemeriksaan tes seperti Kabupaten Semarang, Klaten, Karanganyar, Temanggung, Pati, Kudus, Kendal, Batang, Brebes, Rembang, dan Banjarnegara. Teman-teman sudah buat skenarionya,” kata Ganjar Pranowo, Rabu (18/11) yang dilansir dari merdeka.com.

Dia mengatakan secara keseluruhan Jawa Tengah sudah cukup banyak dalam menggelar tes PCR. Namun, kata Ganjar tidak mengungkapkan secara detail berapa jumlah tes PCR yang sudah dilaksanakan 11 daerah tersebut hingga dikategorikan minim.

“Secara keseluruhan gambaran tes kita sudah cukup bagus. Sehari mencapai 4.991 tes, terus pernah juga di atas 9.182 tes, 8.000 an tes, hingga 11.317 tes. Tetapi ada yang hanya 3.509 tes saat hari minggu. Mungkin hanya Jateng dan DKI Jakarta yang tesnya melebihi target WHO,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ganjar mengatakan daerah mana yang kasus kematian akibat Covid-19 tinggi namun pelayanan kesehatannya minim berada di Banjarnegara, Batang, Jepara, Wonogiri, Kota Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, dan Rembang.

“Untuk daerah yang peningkatan kasus tinggi, tetapi perilaku 3M rendah ada di Wonosobo, Tegal, Jepara, Sragen, Kebumen, Purbalingga, Temanggung, Pati, Kudus, Kendal, Batang, Brebes, Blora, Pekalongan, Rembang, dan Banjarnegara,” kata dia.