Garut Culture Festival Jadi Hadiah Terindah HJG ke 207

0
127

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Garut Culture Festival yang digelar pada 14-15 Maret 2020, merupakan kegiatan multi event dalam rangka peringatan Hari Jadi Garut ke-207. Sebuah kado ultah istimewa untuk Paris Van Java.

Acara ini digagas oleh Ato Hermanto, seorang pengusaha dan tokoh masyarakat peduli pariwisata Garut.

Menurutnya event yang digelar selama dua hari, bertempat di Sarana Olah Raga (SOR) Ciateul Garut ini merupakan hasil kolaborasi apik berbagai elemen masyarakat Garut.

Diantaranya Disbupar Jabar, Pemda Garut, Forkopimda, Dinas terkait, pengusaha daerah, BUMN, komunitas olah raga, komunitas seni budaya, organisasi profesi, organisasi masa, dan masyarakat sekitar.

“Dengan mengusung tema ‘Hayu PICNIC Ka Garut’, event Garut Culture Festival diharapkan dapat menjadi salah satu magnet untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Dodol sekaligus momen yang tepat untuk memperkenalkan dan mempromosikan beragam potensi, objek wisata unggulan Garut: pesona alam, medan petualangan, seni budaya, kerajinan, maupun makanan khas dan kulinernya,” ungkapnya.

Sejumlah acara digelar dalam event ini, diantaranya; PICNIC Trail Adventure, hampir seribu penggemar trail adventure dari berbagai kota siap menaklukan track di kawasan Gunung Cikuray – Perkebunan Dayeuh Manggung.

Lalu ada PICNIC Trail Enduro yang diikuti 400 peserta berkesempatan, Asstro PICNIC Fun Bike yang diikuti 2000 peserta.

HDCI Garut Bike Week menjadi ajang silaturahmi ratusan bikers dari club HDCI se-Jawa Barat dan club motor lainnya.

Tak lupa ada Garut Cullinary Festival, menyajikan puluhan jajanan, makanan, kuliner khas kota Dodol, seperti dodol garut, burayot, baso aci, nasi liwet, dan lain-lain.

Lalu Sruput Coffee & Tea Festival, ajang untuk mencoba nikmatnya kopi dan teh asli Garut.

Garut Culture Festival menampilkan atraksi kolosal seni tradisional khas Garut diantaranya Surak Ibra, Raja Dogar, Pencak Silat, dan Rampak Kendang.

Garut Social Service yaitu pemberian santuan buat kaum dhuafa dari 6 yayasan dan Panti Asuhan,” ungkap pria penggemar olah raga otomotif tersebut.

Dari seluruh rangkaian acara Garut Culture Festival, pentas seni budaya menjadi klimaksnya.

Atraksi kolosal seni tradisional yang melibatkan ratusan seniman Garut berjalan dengan baik.

Dengan format penampilan pencak silat, rampak kendang, raja dogar, dan surak ibra yang dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan tata lampu, suara, koreografi yang apik, tema cerita yang mengalir mampu menghasilkan sebuah seni pertunjukan kolosal yang sangat menghibur, dan memuaskan ratusan penonton yang memadati lapangan olah raga ciateul.

Bupati Garut Rudy Gunawan pun mengapresiasi ajang Garut Culture Festival. “Kami sangat apresiasi dengan kegiatan ini, semoga menjadi even tahunan dan dapat memberi manfaat besar bagi promosi pariwisata di Kabupaten Garut,” katanya.

Dibandingkan dengan daerah lain, lanjutnya, harus diakui apabila seni budaya tradisional Garut belum mampu dikapitalisasi secara maksimal sebagai asset daerah yang bernilai ekonomis.

Jadi, tidak berlebihan bila event Garut Culture Festival menjadi momentum untuk mempromosikan seni budaya tradisional khas Garut kepada masyarakat luas.

Sementara itu ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Komjen. Pol. Nanan Soekarna mengatakan, event besar semacam ini patut diberikan apresiasi dan didukung oleh semua elemen masyarakat.

apalagi event ini menampilkan seni budaya tradisional sebagai ajang untuk mempromosikan pariwisata daerah Garut.

Menurutnya, melalui event ini HDCI Garut telah mampu menjadikan HDCI sebagai organisasi yang inklusif, horizontal dan sosial.

“Garut Culture Festival memang sangat luar biasa,” imbuhnya.

Ato Hermanto selaku ketua penyelenggara Garut Culture Festival berharap agar ajang ini bisa kembali diadakan tahun mendatang.

“Saya minta maaf apabila dalam penyelenggaraan event ini terdapat kekurangan, atau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan sebagaimana mestinya,” katanya. (*)

Reporter : MD Sumarna
Editor : AMK