KABARNUANTARA.ID  – Tim SAR gabungan telah menyisir  sebuah lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Dari operasi pencarian yang dilaksanakan pada hari Minggu (10/1) ini, tim gabungan  yang telah mengumpulkan puing pesawat, bagian tubuh maupun pakaian penumpang.

Seluruh temuan tersebut dibawa ke Posko Terpadu di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Jakarta Utara. Hasilnya ada empat temuan yang secara bertahap dikumpulkan oleh tim gabungan dengan kapal yang berbeda-beda.

Pertama, pada pukul 11.23 WIB, ditemukan serpihan ban pesawat, pakaian anak kecil berwarna pink dan puing pesawat yang dibawa ke posko JICT. Barang itu diturunkan dari KRI KURAU TNI AL.

Selanjutnya, pada pukul 13.40 WIB, 5 kantong jenazah dan 3 kantong serpihan pesawat diantar ke posko JICT. Temuan tersebut terlihat diantar oleh speed boat Basarnas.

Berikutnya pada pukul 14.51 WIB, 4 kantong serpihan pesawat dan 2 kantong jenazah kembali dikirim ke JICT. Hasil itu diturunkan dari KRI PARANG TNI AL.

Selain itu, pada pukul 18.30 WIB, 15 potong serpihan pesawat dan 5 potong pakaian milik penumpang di antar ke JICT. Hasil itu diturunkan dari kapal KRI Tjiptadi.

Seluruh hasil temuan tersebut diserahkan Basarnas kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Untuk bagian tubuh dan pakaian penumpang diserahkan kepada tim DVI. Sedangkan, untuk puing pesawat akan diinvestigasi oleh KNKT.

Kabasarnas, Marsdya Bagus Puruhito menjelaskan total hasil temuan sejak pagi tadi hingga petang ini. Diantaranya, potongan pesawat besar dan kecil. Kemudian, pakaian dan bagian tubuh.

“Dari kegiatan hari ini hingga pukul 19.20 WIB tadi, kita sudah mendapatkan 10 kantong berisi serpihan atau potongan dari badan pesawat. 16 bagian atau potongan besar dari pesawat, 10 kantong jenazah yang berisi bagian dari korban, dan 5 potong pakaian,” katanya di JICT, Minggu (10/1) malam,yang dilansir dari merdeka.com

Dia menambahkan, cuaca pada hari ini cukup baik. Namun sempat hujan lebat di area pencarian.

“Cuaca hari ini cukup baik hanya tadi pukul 18.00 WIB hujan lebat di area pencarian, namun sekarang sudah reda,” jelasnya.

Tim juga sudah mendeteksi keberadaan badan pesawat di kedalaman 23 meter. Termasuk titik lokasi kotak hitam atau black box pesawat.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan, lokasi badan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sudah diketahui. Diduga kuat badan pesawat ada di kedalaman 23 meter.

Panglima TNI menyebutkan, lokasi yang diduga jatuhnya kotak hitam atau black box Sriwijaya Air SJ182 juga sudah diketahui. TNI, Basarnas, dan KNKT saat ini terus berupaya mendapatkan black box.

“Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box tersebut terus bisa dipantau dan sekarang sudah kita beri marking,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi dalam konferensi pers di JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1).

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI, Bagus Puruhito menambahkan, tim pencarian gabungan sudah menemukan lokasi black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Dalam waktu dekat, Basarnas bersama TNI AL akan mengangkut black box tersebut.

Dia membeberkan alasan yang membuat Basarnas yakin jika lokasi yang ditemukan itu merupakan titik tepat dimana jatuhnya black box.

“Kita meyakini itu blackbox karena ada sinyal transmitted emergency yang mana hanya ada dari alat tersebut. Dari Basarnas sudah bawa peralatan seperti direction finder yang akan dibawa ke KRI Rigel utk segera menindaklanjuti pencarian blackbox tersebut,” kata Bagus Puruhito.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono juga membenarkan bahwa posisi black box sudah diketahui. Tim penyelam akan segera melaksanakan pengangkatan black box menggunakan alat khusus yang dimiliki KNKT.

“Kita sudah mengetahui posisi kedua black box, KNKT turunkan 3 alat khusus dan sudah ada di KRI Rigel,” kata Soerjanto dalam konpers yang sama.

Saat ini, fokus tim gabungan pencarian yakni menemukan black box. “Mudah-mudahan tidak terlalu lama kita bisa dapat black box itu, jadi fokus kita mencari dan mengidentifikasi black box.”