TASIKMALAYA, KABARNUSANTARA.ID –  Kemunculan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Pondok pesantren ternama di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat membuat pesantren lain mawasdiri, seperti yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Wafa Gunung Hideung Kecamatan Sukarame, Selain mewajibkan santri untuk selalu membersihkan kobong atau kamar tidur, kunjungan tamu maupun orang tua santri saat ini dibatasi.
“Seperti membatasi kunjungan tamu yang hendak memasuki kawasan pesantren, termasuk orang tua santri juga kami terpaksa batasi, kalaupun bertemu dengan anaknya, mereka diwajibkan menjaga jarak dan tidak lama, karena kami melihat, penyebaran corona ini dari luar atau bisa juga dari tamu atau orang tua santri,” Ucap pengasuh pesantren Gunung Hideung, Cep Zamzam Dzulfikar Nur, Senin (5/10/20).
Interaksi santri keluar pondok pesantren juga dibatasi hanya diperbolehkan satu orang saja, santri ini wajib pakai masker, sarung tangan hingga jaga jarak.
“Misalkan ada keperluan santri ke Ibu Kota singaparna misalnya ada belasan santri, maka cukup satu saja yang lain nitip,” tambah Cep Zamzam.
Bahkan selain menerapkan aturan-aturan itu, lanjut Cep Zamzam, pengurus pesantren juga mewajibkan selurh santri yang berjumlah 1.200 orang untuk berolahraga satu hari dua kali, pada waktu pagi dan sore hari, hal ini sebagai upaya untuk memperkuat imun tubuh para santri agar kuat terhadap penyakit terlebih oleh virus corona.
“Disamping olah raga, asupan makanan yang bergizi disediakan di pondok, karena imun tubuh santri harus kuat agar bisa melawan datangnya berbagai penyakit termasuk virus Corona,” papar Cep Zamzam.
Hal Senada diungkapkan Ust Abdul Hakim, pengasuh pondok pesantren Abdul Jabar Kecamatan Singaparna, sebelum muncul klaster pesantren, pihaknya sudah memberlakukan pembatasan kunjungan bagi tamu maupun orang tua santri, aturan itu pun semakin diperketat paska merebaknya Covid-19 dilingkungan pesantren.
“Pihak pesantren selalu menerapkan pengecekan suhu tubuh bagi para tamu maupun orang tua santri yang akan berkunjung ke komplek pesantren, kami juga siapkan ruangan isolasi khusus untuk santri yang baru datang dari luar rumahnya terutama yang berada di zona merah,” ujar Abdul Hakim.
Lainhalnya dengan Pondok Pesantren Daarun Nizham yang sempat batalkan haul demi terhindar Covid 19, pengasuh melarang santri interaksi dengan luar termasuk masyarakat sekitar pondok.
“Mereka yang sudah masuk di pondok pesantren kami larang keluar, segala kebutuhan ada disini untuk santri,” Ucap Muhmmad Yamin Hambali, Pimpinan Ponped Daarun Nizham.
Reporter : Ucue