GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Viral di media sosial warga Kampung Gupitan RT 02/08, Desa Sukarame, Kecamatan Banyongbong, Kabupaten Garut, yang di hebohkan kelaparan.

Keluarga warga bernama Komali (50) tersebut dikabarkan kelaparan.

Namun setelah ditelusuri kabar inu ternyata tidak benar. Komali (50) yang mempunyai istri bernama Elin dan ke empat anaknya diantaranya, Marini, Adung, Naya Seksi, Ayun.

Hanya saja, Komali mengaku sedikit kekurangan lantaran pendapatan usaha angkutan ke Bandung yang berkurang semenjak pandemi Covid-19.

“Saya tidak merasa kelaparan, ya kalau untuk sehari hari kami masih bisa mengusahakan untuk makan, tetangga juga masih ada yang peduli,” katanya, Minggu (10/5/2020).

“Hanya saja memang saat ini karena kondisi wabah Corona, usaha dari hasil sopir angkutan memang sedikit terganggu dalam penghasilan, dan bahkan hanya bisa, untuk makan dirinya saja,” ucap Komali, Minggu (10/09)

Ia juga mengungkapkan terima kasihnya kepada warga, pengurus setempat, Pemerintah Desa dan lainnya yang responsif terhadap keluarganya.

“Alhamdulilah semuanya respon sama saya dan keluarganya akan kondisi ini, masalah anak saya sakit bukan karena kelaparan, ini keteledoran saya tidak cepat memeriksa dan berobat,” kata Komali.

Sementara Ketua Rukun Warga (RW) 08, Ee Herdiana mengaku prihatin dengan informasi yang menyebar tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi dahulu ke pengurus setempat atau Pemerintah Desa.

“Sebenarnya saya merasa prihatin karena ada warga saya di viralkan begitu saja tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi ke pemerintah setempat. Keluarga termasuk warga pun merasa terusik dan tidak nyaman, karena, semua warga yang ada, semuanya sangat peduli dengan keberadaan kondisi keluarga tersebut,” tuturnya.

Ia menegaskan, justru warga RW 08 sangat peduli terhadap tetangganya yang berada di garis kemiskinan.

Bahkan mereka bahu membahu membantu secara swadaya untuk mengatasi hal tersebut.

“Saya tegaskan viral kelaparan ini tidak terjadi, bahkan kalau ada indikasi kesana, warga siap membantu agar jangan sampai terjadi hal demikian,” tandasnya.

Kepala Desa Sukarame Sopian, menegaskan bahwa tidak pernah terjadi ada warganya yang kelaparan sebagaimana diramaikan di media sosial.

“Setelah saya tinjauan ke lapangan, yang bersangkutan ini ada anaknya yang sedang sakit, dan telah ditangani oleh Puskesmas dengan diagnosa menurut Puskemas adalah Sariawan,” jelas Sopian.

Ia menambahkan tidak terjadi kelaparan. Warga sekitar rumah Komali bahkan bahu membahu membantu Komali sejak berhenti bekerja satu minggu.

“Dan untuk masalah penanganan anaknya yang sakit, sudah dilakukan tindakan preventif oleh kami, dibawa ke Puskesmas, namun takdir kan siapa tahu, Allah berkehendak lain, anaknya yang sakit meninggal dunia,” ucapnya.

Sopian pun mengaku tidak mengetahui yang posting di media sosial.

“seharusnya ada klarifikasi dahulu ke pengurus dan Pemerintah Desa setempat, sebelum menyebarkan ke media sosial, agar diketahui pasti yang sebenarnya seperti apa,” pungkasnya. (*)

Reporter : MD Sumarna
Editor : AMK