GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Dalam waktu satu hari kebakaran hutan di Kabupaten Garut terjadi di beberapa titik, hal tersebut tidaklah bisa di anggap hanya sebatas bencana alam, ini lebih disebabkan bencana karena keabaian manusia, teutama pihak-pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pengelolaan kawasan.

“Kami meyakini meskipun suhu udara cukup panas, tumbuhan mengering tapi penyulut api disebabkan oleh per apian disekitar hutan. Dalam hal kebakaran hutan, kami tidak melihat pemerintah daerah tidak melakukan mitigasi potensi kebakaran, serta pemangku kawasan baik BUMN ataupun pengelola lainnya tidak melakukan pemantauan terhadap aktifitas pertanian yang ada disekitar hutan,” ujar Usep Ebit Mulyana Aktivis InfESt Jumat (24/10/19) sore di sebuah kedai kopi dilansir dari kabargarut.com.

Bahkan orang yang akrab disapa kang Ebit itu menyebut seluruh unsur pimpinan di Kabupaten Garut harus segera merespon dengan sangat serius, dan meninjau lokasi potensi serta kawasan kebakaran serta memberikan status Kabupaaten Garut darurat kebakaran hutan.

“Tentunya kebakaran hutan ini memiliki dampak serius terhadap kerusakan ekologi, baik dalam sekala lokal maupun dalam sekala global, hal yang perlu diwaspadai selanjutan adalah paska kemarau, selain ancaman dalam bentuk bencana, juga ancaman perluasan kawasan,” jelasnya.

Selain itu orang yang menjadi juru bicara InFEst itu menyebut pemerintah daerah belum begitu serius dalam melakukan pengurangan resiko bencana kebakaran hutan, dengan kurangnya penjalin hubungan kerjasama antara pemerintah, pemangku kawasan hutan, pemerintah setingkat kecamatan dan desa.

“Sebaiknya sebelum ayam jantan berkokok bupati segera bergerak dan mengumumkan kepada semua pihak untuk siaga kebakaran hutan,” pungkasnya.

Reporter : Evan SR
Editor : AMK