Ini Keindahan Dari Destinasi Wisata Hutan Pinus Karacak Valey

0
178

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Menikmati waktu libur atau memanfaatkan waktu senggang untuk menikmati keindahan alam, objek wisata baru di Kabupaten Garut bernama Karacak Valley bisa menjadi pilihan, terletak di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini memberikan sajian pemandangan indah dan suasana pohon pinus.

Bahkan di Puncak Dogar (Domba Garut) yang berjarak sekira 50 M dari pintu masuk anda bisa melihat Kota Garut dari ketinggian. Walaupun berada di Kecamatan Garut Kota, jarak tempuhnya dari pusat kota menuju lokasi sekitar 15-20 menit saja.

Pengunjung Karacak Valey saat berselfie di Puncak Dogar (Dok : Istimewa)

Bermodalkan Rp 10 ribu untuk tiket bagi dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak, pengunjung dibebaskan untuk menikmati semua spot yang ada di karacak valey.

Salsa (18) yang sengaja berkunjung ke karacak valey bersama tiga teman nya, mengaku senang bisa menikmati pemandangan hutan pinus dan melihat kota garut dari atas bukit, walaupun sempat kelelahan karena jalur masuk agak rusak, ia merasa puas dengan sajian pemandangan yang ada.

“Senang bisa kesini, wlaupun tadi jalan masuknya agak kurang bagus, tapi terbayarkan karena bisa melihat pemandangan Kota Garut, dan cocok buat yang suka selfie. atau mungkin yang kemah juga bisa karena tadi saya lihat banyak juga yang berkemah disini,” ujar Salsa , Minggu (20/10/19).

Selain bisa menikmati pemandangan indah, bagi pengunjung yang suka dengan wisata air asli gunung curug (air terjun) Karacak Valey, saat menuju perjalanan pengunjung bisa melepas lelah di rest area yang disediakan pengelola.

Sabira siswi SMAN 18 Garut saat berkemah di karacak valey (Dok : Istimewa)

“Senang bahagia disini, karena bisa berkemah dengan keluarga, untuk fasilitasnya juga cukup lengkap ada mushola, ada toilet yang sudah memadai. Hanya saja kalo rombongan banyak harus siap antri. Tapi saya lihat ada lagi fasilitas yang sedang di bangun,” ujar Sabira siswi SMAN 18 Garut.

Objek wisata yang belum lama dibuka itu merupakan kawasan Perhutani yang saat ini dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jayamandiri, dengan luas lahan karacak yakni 92,8 hektare. Kawasan tersebut baru diuji coba untuk pengelolaan wisata seluas 10 hektare, walaupun baru dibuka minat berwisata masyarakat sudah bagus.

Jika pengunjung ingin menikmati curug dengan berjalan kaki waktu tempuhnya sekitar 20 menit sepanjang satu kilometer, namun saat ini debit air curug memang sedang kecil karena memasuki musim kemarau.

Informasinya lokaisi tersebut akan dibangun embung agar debit air bisa lebih besar. selain itu akan dibangun juga tempat outbond mini, kedai kopi, dan taman bunga.

“Tarif berkemah biaya Rp 15 ribu per malam. Disini juga ada sewa tenda kalo memang tidak bawa dari rumah,” pungkas Sabira.

Reporter : Evan SR

Editor : AMK