GARUT|KABARNUSANTARA.IDSekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Asep Jaelani, menyatakan,
posisi jabatan Kepala Desa (Kades) kini jadi incaran masyarakat dari berbagai latar belakang profesi. Hal ini dimungkinkan karena makin besarnya anggaran yang dikucurkan ke desa. Karenanya posisi Kades jadi makin seksi Dan semakin diminati.

Baca Juga: Pemuda Pancasila Bentuk Tim Penanggulangan Bencana

“Mungkin karena desa sudah memiliki regulasi yang jelas, dengan adanya Undang Undang Nomer 6 Tahun 2014 itu, jelas desa sudah memiliki undang undang tersendiri. Sehingga dengan undang undang tersendiri ini, anggaran untuk desa begitu besar. Nah ini mungkin yang membuat banyak masyarakat yang mempunyai keinginan untuk mengembangkan desa.” kata Asep di kantornya, Kamis (19/09/2019).

Selain anggaran desa yang cukup besar, yang menjadi daya tarik masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Kades, gaji kepala desa dan perangkatnyapun, terus mengalami peningkatan. ” Untuk gaji perangkat desa saja sekarang ini akan disesuaikan dengan golongan 2 A (PNS) sekitar Rp. 2 juta lebih. Untuk kepala desa sekarang Rp. 3 juta,” terangnya.

Baca Juga: Toni Saputra Resmi Daftar di Pilkades Desa Haurpanggung, Tarogong Kidul

Dikatakan Asep, dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) setentak tahun ini, banyak masyarakat, mantan pejabat yang turut mendaftar sebagai bakal calon Kades. Diantaranya ada mantan camat, mantan anggota TNI berpangkat Letnan Kolonel, mantan guru dan pensiunan lainnya. ” SDM yang mencalonkan sekarang ini ada sarjana S1, bahkan S2,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Asep Dunia wilayah Priangan ini, menerangkan, untuk Pilkades serentak gelombang 3, atau gelombang terakhir ini akan berlangsung di 125 desa, dari 421 desa yang ada di Kabupaten Garut. Pilkades serentak gelombang terakhir ini akan digelar pada 05 Nopember 2019. (*).

Baca Juga: Pertama di Jawa Barat, Buku KIR Kendaraan, Jadi Buku Pintar BLUE

Reporter : Jay
Redaktur : Slamet Timur.