NASIONAL, KABARNUSANTARA.ID – Pasca adanya anjuran untuk berdiam diri dirumah atau Social Distancing, banyak warga di sejumlah daerah enggan keluar rumah. Hal inimenyusul bahayanya virus Corona.

Hal ini berdampak dengan menurunnya pembeli di sejumlah pasar. Seperti pasar Ciputat. Menurut Ijah pedagang sayur di pasar Ciputat, belakangan ini ia jarang mendapat keuntungan.

Hal ini karena pembeli berkurang. “Banyak orang yang udah stok makanan duluan. terus juga sekarang pada diam dirumah, akhirnya jarang belanja,” katanya dihubungi Kabarnusantara.id, Senin (23/3/2020).

Ia mengaku kalau mengalami banyak kerugian. tak sedikit bahan makanan jualannya yang busuk karena tak laku.

Hal senada diucapkan Hendi Ketua Komunitas Paguyuban Pedagang Dadaha Tasikmalaya. Pihaknya merasa tertekan dengan adanya social distancing tersebut.

“Coba saja bapak pikir, kita tahu dan paham bahaya wabah virus corona, tetapi  bagi kami para pedagang kecil ini akhirnya harus memaksakan keluar rumah untuk berjualan, kalau tidak begini, anak isteri dirumah mau makan apa sementara kebutuhan sehari hari tidak boleh berhenti, ” ujar

Bahkan, kata Hendi, beberapa pedagang lainnya pun kini menjerit karena usaha mereka penghasilannya anjlok drastis pasca wabah virus corona, apalagi ditambah himbauan Pemerntah untuk tidak keluar rumah jika tidak penting selama 14 hari,  bahkan 91 hari kedepan.

“Selain kebutuhan sehari hari, belum lagi ada hutang yang harus kami bayar. Sementara penghasilan kami sehari biasa Rp.400 ribu kini anjlok hanya Rp.30 ribu perhari, ” keluhnya.

Sementara itu Juru Bicara (Jubir) Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Garut untuk melakukan social distancing.

Hal ini sebagai upaya menekan laju pertumbuhan wabah virus Corona. “Kita batasi komunikasi sosial, interaksi secara langsung, di rumah saja kecuali ada hal-hal yang urgen yang tidak bisa ditinggalkan. Mudah-mudahan dengan penerapan Social Distancing ini, sebagaimana dilakukan beberapa negara dan berhasil, kita di Garut bisa menekan angka penyebaran virus tersebut,” ucapnya. (*)

Reporter : Ade Indra
Editor : Slamet Timur