KADIN KEREN Dalam Pengembangan Agroindustri yang Erintegrasi Dengan Agrowisata

0
111

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Kamar Dagang Industri (KADIN) merupakan wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia dan pemerintah.

KADIN memiliki sebuah misi mengenai Pengembangan Agro Industri yang terintegrasi dengan Agrowisata lewat “Agroindustri dan Agrowisata KEREN”.

Hal ini sebagai turunan dari penjabaran salah satu misi KADIN KEREN. Ada tiga detail rancangan kerja sebagai penjabaran “ Agroindustri dan Agro Wisata Keren ”.

1. Mapping problem dan potensi Agroindustri besama Pemkab dan Pemprov untuk program skala menengah dan besar.

2. Membuat roadmap Bersama terhadap tumbuhnya agroindustry untuk daerah sentra pertanian dataran tinggi rawan bencana.

3. Mengkolaborasi pelaku wisata dan pelaku pertanian di online maupun offline

Munculnya misi KADIN KEREN dalam Pengembangan Agroindustri yang terintegrasi dengan Agrowisata, sebagai sebuah dasar pertumbuhan ekonomi di kabupaten Garut.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 menunjukan sebuah laju pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Garut sebagai berikut :

Industri pengolahan (5,91%); pengadaan listrik dan gas (2,56%); pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang (7,11%); konstruksi (7,19%); Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (4,83%); penyediaan akomodasi dan makan minum (8,61%); informasi dan komunikasi (11,83%); jasa keuangan dan asuransi (4,17%); real estate (9,21%); jasa perusahaan (8,85%); jasa pendidikan (10,49%); dan jasa lainnya (13,55%).

Ada lima kategori yang tumbuh dibawah rata-rata, yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan dan penggalian, transportasi dan pergudangan, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Dari lima kategori ini dapat digaris bawahi kelompok Pertanian, kehutanan dan Perikanan.

Ada sebuah pertanyaan besar, kenapa sektor ini justru menjadi sektor yang berkontribusi rendah padahal sebagian besar sumber daya di Kabupaten Garut, bertumpu pada sektor ini?

Inilah sebuah alasan kenapa Misi ini hadir, sebagai upaya KADIN memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut.

Tiga detail rancangan ini disusun, sebagai upaya KADIN memberikan sebuah gagasan untuk menciptakan “ Agroindustri dan Agrowisata KEREN” 

Seperti detail Rancangan kerja pertama. Tentu KADIN tidak bisa duduk sendiri. KADIN harus duduk bersama dengan pemerintah dan Stakeholdrs lainnya untuk menyusun bagaimana mapping problem dan solusi.

Setelah itu baru bisa menyusun detail rancangan yang kedua berupa peta jalan.

Jika gagasan yang ditawarkan sebelumnya berupa kolaborasi dengan PUM Belanda, kemudian kolaborasi dengan KADIN Dubai dan KADIN Jerman dan sekarang sebuah komunikasi dengan stakeholaders yang siap berkolaborasi pada agenda rancangan kerja Agroindustri dan Agrowisata Keren juga dicetuskan.

Misalnya dengan salah satu Startup asal Bandung yang punya prestasi segudang diantaranya Best of the Best Young Entrepreneur dari Kementerian Koperasi dan UKM 2013, Global Winner of Get in The Ring 2014 dalam Olympiad for Startup di Rotterdam, Slush Global Winner 2014 di Helsinki.

Finalis Seedstars World Global 2015 di Jenewa, Seputar Indonesia Award 2015, Spark Fire Pitch on Global Entrepreneur Summit 2015 di Nairobi, dan Forbes 30 Under 30 Asia 2017 yang bergerak dalam bidang Aqua Cultur.

Dengan kolaborasi ini diharapkan KADIN mampu berkolaborasi dengan siapapun.

Sebagaimana yang disampaikan di era Hyperconnecting yang dibutuhkan KADIN adalah sosok seorang leader yang mampu membangun sebuah iklim kolaborasi, bukan seorang leader yang seperti superman.

Penulis : Agus Alfaz

Redaktur : Slamet Timur